SerambiIndonesia/

Rakyat Palestina Marah dan Kecam Keputusan Donald Trump Akui Jerusalem Ibu Kota Israel

Namun, bagi penduduk Palestina yang tinggal di Jerusalem, mereka tidak terkejut dengan pernyataan Trump.

Rakyat Palestina Marah dan Kecam Keputusan Donald Trump Akui Jerusalem Ibu Kota Israel
ANTARA FOTO/REUTERS/MOHAMMED SALEM
Warga Palestina membakar bendera Israel dan Amerika Serikat dalam sebuah demonstrasi terhadap niat Amerika Serikat memindahkan kedubes mereka ke Yerusalem dan mengenali Yerusalem sebagai ibukota Israel, di Kota Gaza, Rabu (6/12/2017). 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Keputusan Presiden Amerika Serikat ( AS), Donald Trump, yang mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel menuai kemarahan seluruh dunia.

Namun, bagi penduduk Palestina yang tinggal di Jerusalem, mereka tidak terkejut dengan pernyataan Trump.

Warga Palestina yang bermukim di Jerusalem Timur berkata, mereka sudah paham bahwa nasib mereka sudah ditentukan oleh pihak asing.

Sementara yang lain memilih menyalahkan Pemerintahan Palestina (PA) yang tidak mampu memperjuangkan Jerusalem.

Inilah pendapat beberapa orang seperti dilaporkan Al Jazeera Rabu (6/12/2017):

1. Thaer Mitwali, 30 tahun, Mahasiswa Jurusan Film

Mitwali menyatakan, sejak awal PA tidak memperjuangkan Jerusalem. Baik secara finansial, kebudayaan, maupun di sektor pendidikan.

"Problemnya terletak di para politisi yang mengabaikan Jerusalem. Bagi mereka, ibu kota hanyalah Ramallah.

2. Rania Elias, Direktur Pusat Kebudayaan Yabous

Elias mengaku terkejut karena dunia mengutuk pernyataan Trump.

Halaman
123
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help