SerambiIndonesia/
Home »

Opini

Opini

Abdul Somad, Ustaz Zaman Now

SEBAGIAN warganet di sosial media (sosmed) maupun dunia nyata, kini tampak mulai tertarik dengan sosok Ustaz H Abdul Somad Lc MA

Abdul Somad, Ustaz Zaman Now
SERAMBINEWS.COM/ZUBIR
Ustaz Abdul Somad di Langsa. 

Oleh Zulham Wahyudani

SEBAGIAN warganet di sosial media (sosmed) maupun dunia nyata, kini tampak mulai tertarik dengan sosok Ustaz H Abdul Somad Lc MA, seorang pendakwah dari Riau. Lulusan Universitas Al-Azhar Kairo (Mesir) dan Maroko itu, mulai dikenal publik berkat ceramah-ceramahnya yang viral di sosmed, seperti Youtube, Facebook, Instagram, dan lain-lain.

Berawal dari ceramah yang lucu dari sosmed itulah beliau semakin dikenal luas, baik di dalam maupun luar negeri. Tidak mengherankan jika beliau pun sudah mengisi kajian ceramah agama di berbagai daerah di dunia nyata, seperti di Sumatera termasuk Aceh, Jawa, Kalimantan, bahkan luar negeri seperti Malaysia, dan Brunei Darussalam. Konon, agenda/jadwal dakwah beliau sudah penuh hingga 2018, tahun depan.

Pada saat menghadiri ceramah Ust Abdul Somad di Lapangan Merdeka Langsa, pada Jumat (1/12/2017) malam, mengingatkan saya pada sosok KH Zainuddin MZ. Selepas meninggal pendakwah sejuta umat itu, belum ada pendakwah yang bisa menyamainya. Masyarakat merasa kehilangan sosok pribadi yang telah menarik hati mereka dengan dakwahnya, kata-katanya, dan intonasi suaranya yang berkarakter kuat. Sehingga ketika orang mendengarkan suaranya saja, sudah mengetahui kalau itu adalah suara KH Zainuddin MZ.

Begitu pula Ust Abdul Somad, materi dakwahnya aktual, cara penyampaian dan intonasi suaranya pun khas, serta berkarakter dan lucu. Jadi, tidak mengherankan kalau kehadirannya cepat diterima masyarakat. Dan, karena itu pula kemudian ada sebagian orang melihat dakwah-dakwah Ust Abdul Somad ini memiliki kekuatan yang nyaris serupa dengan KH Zainuddin MZ, yang yang dakwahnya bisa diterima oleh semua kalangan.

Berwawasan luas
Pertanyaannya kemudian adalah apa yang membuat sosok Ust Abdul Somad ini sangat menarik? Menurut pandangan saya ada beberapa faktor yang mempengaruhi masyarakat akan sosok Ust Abdul Somad ini, di antaranya cerdas, berwawasan luas, hafalan yang kuat, dan penguasaan ilmu yang mumpuni. Latar belakang pendidikan formal yang pernah dikecap Ust Abdul Somad antara lain sebagai alumnus S1 Al-Azhar, Kairo, Mesir dan S2 Dar al-Hadits al-Hassania Institute, Maroko.

Sekilas, memang, tidak ada yang istimewa dengan pendakwah lainnya, bahkan ramai juga pendakwah lain yang studinya sudah bergelar doktor hingga guru besar. Namun yang membuat perbedaan dan keistimewaan Ust Abdul Somad adalah hafalan yang kuat terhadap ilmu-ilmu yang dikuasainya.

Hal tersebut, misalnya, terlihat ketika ia menjawab satu pertanyaan jamaah dengan lebih dari satu referensi, lengkap dengan judul buku/kitab, nama pengarang, dan perbandingan mazhab. Contohnya saja ketika ditanya tentang mengangkat tangan saat takbiratul ihram dalam shalat. Beliau menjawab ada enam dan beliau uraikan satu per satu dengan sumber referensi yang detail dan tentunya perbandingan pendapat antara imam mazhab.

Kecerdesaan Ust Abdul Somad juga terlihat dalam menguasai perjalanan dan peradaban sejarah Islam. Ketika beliau menjelaskan sebuah sejarah maka akan terlihat betapa mudahnya beliau menyebutkan tahun kejadian, di mana terjadi, dan orang-orang yang terlibat di dalam peristiwa tersebut bahkan beliau ditanyakan tentang sejarah tersebut tidak sedang pembahasan sejarah yang tentunya beliau bisa mempersiapakan bahan dan materi sebelumnya. Sudah menjadi hal lumrah beliau akan menjawab semua pertanyaan yang disodorkan kepadanya baik itu tentang tauhid, fiqh, akhlak, tasawuf, sejarah, dan lain-lainya.

Keluasan ilmu yang dikuasai oleh Ust Abdul Somad tidak terikat dengan kajian Islam semata. Kajian tentang sejarah dan konstitusi dalam berbangsa Indonesia, beliau juga menguasai dengan baik. Dalam satu video ketika sedang menjadi khatib Jumat, beliau menjelaskan sumbangsih umat Islam terhadap sejarah kemerdekaan Indonesia dengan sangat detail, baik tahunnya, tokoh-tokohnya, politiknya, dan hal-hal yang disembunyikan dalam buku-buku sejarah.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help