Bayar Proyek jangan Lampaui Progres

Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Ir Nova Iriansyah mengingatkan Kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA)

Bayar Proyek jangan Lampaui Progres
Nova Iriansyah

* Peringatan Wagub kepada SKPA

BANDA ACEH - Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Ir Nova Iriansyah mengingatkan Kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Proyek APBA 2017 agar tak membayar proyek di bawah tanggungjawab mereka melebihi tingkat kesiapan (progres) dari proyek dimaksud.

Wagub menyampaikan hal ini ketika menjawab Serambi seusai rapat penajaman usulan program RAPBA 2018 dan cek lis data dukung usulan proyek 2018 di ruang kerja Ketua Tim P2K APBA Setda Aceh, Banda Aceh, Rabu (6/12). “Peringatan ini kami sampaikan karena sesuai data Tim Percepatan dan Pengendalian Kegiatan (P2K) APBA Setda Aceh, dari 1.472 paket proyek, 490 paket lagi realisasi fisiknya masih di bawah 75 persen hingga 30 November 2017,” kata Wagub.

Nova menyebutkan banyak faktor penyebab realisasi proyek itu masih di bawah 75 persen. Antara lain beralasan karena penandatanganan kontrak kerja terlambat atau baru dua bulan lalu, namun ada juga yang teken kontraknya sudah empat bulan lalu, tapi kerjanya baru dimulai dua bulan lalu.

Kemudian, setelah ditelusuri profil kontraktor pelaksananya, kata Wagub umumnya mereka kontraktor baru di bidang konstruksi sehingga belum berpengalaman. Di samping itu, modal usaha mereka juga terbatas, bahkan ada yang kesulitan terhadap uang muka kerja 20 persen dari proyek untuk pembuatan garansi di bank, sehingga pekerjaan terhadap proyek tersebut menjadi molor.

Wagub mengatakan kondisi itu, misalnya terjadi terhadap proyek pembangunan jalan dari Gayo Lues (Galus) ke Peureulak, Aceh Timur, termasuk pembangunan jembatan di ruas tersebut. Hingga Oktober 2017, realisasi proyeknya masih di bawah 10 persen. Kondisi ini, kata Wagub dia lihat dan wawancara sendiri kontraktor pelaksana saat memonitoring proyek tersebut bulan lalu bersama Ketua Tim P2K APBA Setda Aceh, dr Taqwallah yang kini menjabat Asisten II Setda Aceh, sehingga sangat mustahil proyek tersebut bisa diselesaikan 90 persen lagi hingga akhir Desember ini.

“Di sisi lain ada juga yang baru dua bulan lalu dimulai, namun karena dikerjakan siang dan malam, peralatan dan jumlah buruhnya banyak, maka realisasi fisiknya sudah di atas 75 persen. Contohnya, proyek pengaspalan ruas jalan provinsi, dari Abdya sampai perbatasan Gayo Lues,” kata Wagub.

Karena itu, kata Wagub untuk 2018 nanti, perusahaan dan orang-orang yang menang tender, benar-benar sudah berpengalaman. Rekanan baru boleh ikut, tetapi harus melibatkan orang yang berpengalaman dan tidak ada lagi jual beli proyek. Di balik masih ada 490 paket realisasi fisiknya masih di bawah 75, ada juga 311 proyek malah sudah selesai dan telah diserahterimakan yang tersebbar di 27 SKPA. (her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved