SerambiIndonesia/

Giliran Korban Puting Beliung Mengungsi

Setelah sebelumnya ratusan jiwas terpaksa mengungsi akibat banjir di sejumlah kecamatan, kini giliran 20 kepala

Giliran Korban Puting Beliung Mengungsi
KORBAN angin puting beliung di Desa Tanoh Anoe, Kecamatan Jangka, Bireuen mengungsi ke tenda darurat yang dibangun di halaman meunasah desa setempat, Kamis (7/12). 

BIREUEN – Setelah sebelumnya ratusan jiwas terpaksa mengungsi akibat banjir di sejumlah kecamatan, kini giliran 20 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 77 jiwa korban angin puting beliung di Desa Tanoh Anoe, Kecamatan Jangka, Bireuen yang mengungsi ke tenda darurat di komplek meunasah desa setempat, Kamis (7/12).

Mereka dipaksa menginap ke tenda darurat karena rumahnya rusak berat akibat diterjang puting beliung yang melanda kawasan tersebut pada Rabu (6/12) sore. Pasca bencana alam itu, sebanyak 20 rumah, tujuh ruko, dan 47 pondok atau gubuk pengolahan garam di Desa Tanoh Anoe rusak berat.

Selain itu, dua rumah di Desa Tanjungan dan satu rumah di Desa Alue Buya Jangka serta satu rumah di Desa Cot Puuk Peusangan, juga rusak berat akibat diterjang puting beliung. Tak ketinggalan, dua tiang listrik ikut tumbang sehingga listrik sempat padam selama delapan jam.

Pantauan Serambi, kemarin, para korban puting beliung di empat desa itu mayoritas mengungsi ke tenda darurat yang dibangun oleh TNI, Dinas Sosial, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen. Namun, ada juga beberapa warga yang memilih mengungsi ke rumah saudaranya di desa yang sama.

“Kami mengungsi karena rumah kami rusak berat dan tidak bisa ditempati lagi. Kami berharap kepada pemerintah untuk segera membangun kembali rumah kami yang rusak berat itu, agar kami bisa kembali ke rumah bersama anak-anak dan keluarga kami,” harap Usman (40), warga Tanoh Anoe.

Sehari usai kejadian atau Kamis (7/12), Dandim 0111/Bireuen, Letkol Arm Adekson meninjau lokasi bencana angin puting beliung di Desa Tanoh Anoe, Kecamatan Jangka. Dandim melihat langsung rumah warga yang rusak terkena musibah itu. Dandim juga bersilaturrahmi dengan aparat desa serta unsur Muspika Kecamatan Jangka.

Hadir bersama Dandim ke lokasi bencana tersebut yaitu Danramil Jangka Kapten Inf Ikhwan Paloh, Kabag Ops Polres Bireuen Kompol Mohammad Rasyid, Kapolsek Peusangan Iptu Munawar, Kapolsek Jangka Iptu Eka Jumadi, Komandan Unit Kodim 0111/Bireuen Letda Inf Syafari, Camat Jangka Zaldi AP SSos, serta perangkat Desa Tanoh Anoe.

Seperti diberikan sebelumnya, angin puting beliung menerjang Kecamatan Jangka pada Rabu (6/12) menjelang Maghrib. Akibatnya, sebanyak 20 rumah di Desa Tanoh Anoe rusak berat. Informasi yang dihimpun Serambi dari beberapa korban di lokasi menerangkan, angin puting beliung yang terjadi di kawasan Jangka itu hanya berlangsung sekitar lima menit.

Menurut warga, puting beliung itu seperti awan hitam menghantam rumah mereka. “Kami sangat takut saat terjadi angin puting beliung, karena terjadi sekitar lima menit. Rumah kami rusak berat,” ungkap Saifuddin, warga Tanoh Anoe.

Sementara itu, bantuan berupa sembako dan berbagai kebutuhan lainnya untuk pengungsi korban angin puting beliung yang mengungsi di tenda darurat, Kamis (7/12), berdatangan dari sejumlah pihak. Camat Jangka, Zaldi AP kepada Serambi, kemarin, mengatakan, pasca kejadian para pengungsi mendapat bantuan berupa beras, mie instan, minyak goreng, telur, kain sarung, makanan ringan, daster, obat-obatan, sayuran, dan berbagai jenis sembako lainnya.

Bantuan masa panik itu diserahkan oleh Pemkab Bireuen melalui Dinas Sosial dan dari berbagai pihak atau donatur lainya. Para donatur yang ikut menyalurkan bantuan di Kecamatan Jangka adalah H Ruslan M Daud selaku Ketua DPC Partai Gerindra Bireuen, Dirut PT Takabeya Perkasa Group H Mukhlis Cut Hasan yang juga Ketua Harian DPD II Partai Golkar Bireuen, lalu dari Partai Nanggroe Aceh (PNA) Bireuen, dan dari beberapa donatur lainnya.

“Bantuan berupa bahan sembako diterima perangkat Desa Tanoh Anoe dan disimpan di kantor kepala desa setempat,” kata Zaldi saat ditemui Serambi di lokasi pengungsian.(c38)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help