SerambiIndonesia/

Tafakur

Kerusakan Amalan

Orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang pada hari kiamat nanti datang membawa pahala shalat

Kerusakan Amalan

Oleh: Jarjani Usman

“Orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang pada hari kiamat nanti datang membawa pahala shalat, zakat dan puasa, namun di samping itu ia membawa dosa mencela, memaki, menuduh zina, memakan harta dengan cara yang tidak benar, menumpahkan darah, dan memukul orang lain” (HR. Muslim).

Sekali angin puting beliung bertiup, tak sedikit rumah hancur berantakan dan pepohonan bertumbangan. Ngeri menyaksikan dampaknya. Sedih juga rasanya melihat orang-orang yang rumahnya sudah dibangun dengan susah payah hancur seketika. Perasaan ngeri dan sedih sebenarnya juga amat dahsyat seandainya kita mampu menyaksikan hancurnya amalan diterpa bencana kejahatan sendiri.

Sebagaimana diingatkan oleh Rasulullah SAW, seseorang hamba bisa menjadi bangkrut tak tersisa amalannya walaupun merasa diri telah banyak berbuat kebaikan sewaktu di dunia. Persoalannya, amalan-amalan yang telah dilakukan sewaktu hidup di dunia tak mampu dirawat dengan baik. Semua amalan itu rusak akibat ulah sendiri, dengan melakukan berbagai perbuatan keji, mulai dari kegemaran menggunjing (ghibah), memakan haram hingga memukul orang.

Dengan demikian, setiap diri kita bukan hanya perlu beramal sebanyak mungkin selagi nyawa masih dikandung badan, tetapi juga menjaganya dengan baik. Kadangkala tak sanggup dijaga sendiri, sehingga membutuhkan lingkungan yang mendukung. Ada kalanya kita sanggup menjaganya saat sendiri, tetapi menjadi lupa saat berada dalam kumpulan orang-orang yang gemar melakukan perbuatan-perbuatan tak terpuji. Karena itu, saling mengingatkan dan saling menerima peringatan sepatutnya dilakukan sesering dan selekas mungkin.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help