SerambiIndonesia/

Salam

Rakyat Lelah Dengan Angka Angka

Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota di seluruh Aceh menerima alokasi dana transfer serta dana desa

Rakyat Lelah Dengan Angka Angka
ist
Gubernur Irwandi Yusuf meninggalkan Istana Bogor dengan mengepit dokumen alokasi dana transfer dan dana desa untuk Aceh. 

Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota di seluruh Aceh menerima alokasi dana transfer serta dana desa sebesar Rp 34,8 triliun lebih pada tahun anggaran 2018. Dari jumlah itu, Rp 8,029 triliun merupakan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh. Terdapat peningkatan sekitar Rp 119 miliar dibanding dana otsus tahun berjalan yang jumlahnya Rp 7,910 triliun, setelah sempat terkoreksi sekitar Rp 50 miliar.

Sebagai rakyat awam, kita tak mau tahu dengan angka angka yang hanya membuat pusing itu. Toh angka itu sebagian besar adalah untuk gaji dan biaya operasional bapak bapak di birokrasi pemerintahan.

Rakyat hanya ingin bertanya, apa yang mereka dapatkan dari angka angka yang nilainya luar biasa tersebut. Kaum jelata itu tetap terbenam dengan mimpi buruk yang namanya kemiskinan. Tenaga muda potensial--sebagian besar terdidik--tidak punya pekerjaan. Drama pengangguran seperti tak tersentuh dengan angka angka fantastis tersebut.

Khusus Aceh, sesuai dengan UU No 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, keciprat Dana Otsus selama 20 tahun, terhitung sejak tahun 2007. Dalam rentang 15 tahun pertama, dana Otsus itu jumlahnya 2 persen dari DAU Nasional. Setelah itu lima tahun terakhir hanya 1 dari DAU Nasional, atau nilainya akan makin menurun.

Rakyat bertanya apa yang telah dilakukan pemerintah mereka dengan dana Otsus itu, kecuali hanya membangun proyek proyek konstruksi, yang cenderung memperkaya personal. Hingga menciptakan orang orang kaya baru yang muncul di antara jerit keterbatasan ekonomi kaum jelata.

Dana itu turun sejenak Irwandi Yusuf memimpin Aceh tahun 2007. Lima tahun setelah itu atau berakhirnya Pemerintahan Irwandi, belum juga terasa geliat ekonomi rakyat sebagai efek positif Dana Otsus.

Kini kala Irwandi Yusuf kembali memegang kendali pemerintah dan mengusung misi ‘Aceh Hebat’, rakyat kembali bertanya, apakah angka angka fantastis itu bisa menjadi jembatan emas bagi mereka menuju status berdaya secara ekonomi.

Catat...! 10 tahun dana otsus mengucur di Aceh, untuk urusan telur saja kita masih bergantung dengan Medan. Menghidupkan pelabuhan laut saja susahnya minta ampun, padahal membangunnya berlomba lomba dilakukan.

Padahal dengan hanya mandiri di komoditi telur, kita bisa menghidupkan ekonomi rakyat, mulai dari pembukaan areal pakan, peternakan ayam, hingga kesempatan kerja di multi sektor. Belum lagi jika kita bicara memberdayakan pelabuhan, yang punya rangkaian multi efek yang luas. Hanya saja, apakah ada kemauan untuk itu? Rakyat sudah lelah dengan angka angka, mereka kini hanya menunggu apakah ‘Aceh Hebat’ benar benar membuat mereka hebat secara ekonomi.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help