SerambiIndonesia/

Mihrab

Santri Dayah Perbatasan Ikut Pekan Kreativitas

Santri dari empat dayah perbatasan di Aceh, 7-10 Desember 2017, mengikuti pekan kreativitas di Kompleks

Santri Dayah Perbatasan Ikut Pekan Kreativitas
PESERTA lomba pidato bahasa Indonesia tampil pada hari pertama Pekan Kreativitas Santri Dayah Perbatasan di Kompleks Dayah Perbatasan Safinatussalamah, Desa Biskang, Kecamatan Danau Paris, Aceh Singkil, Kamis (7/11) malam. 

BANDA ACEH - Santri dari empat dayah perbatasan di Aceh, 7-10 Desember 2017, mengikuti pekan kreativitas di Kompleks Dayah Perbatasan Safinatussalamah, Desa Biskang, Kecamatan Danau Paris, Aceh Singkil. Acara yang diisi dengan berbagai lomba tersebut dibuka Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Dr Bustami Usman SH SAP MSi yang diwakili Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Islamic Center, Drs Muhammad Nasir, Kamis (7/12).

Keempat dayah tersebut masing-masing Dayah Perbatasan Manarul Islam Aceh Tamiang, Dayah Perbatasan Darul Amin Aceh Tenggara, Dayah Perbatasan Minhajussalam Kota Subulussalam, dan Dayah Perbatasan Safinatussalamah Aceh Singkil. Masing-masing dayah mengirim 20 peserta, sehingga totalnya 80 orang.

Adapun cabang diperlombakan pada even berlabel ‘Pekan Kreativitas Santri (PKS) Dayah Perbatasan Ke-3’ itu masing-masing lomba baca kitab kuning atau musabaqah qiraatil kutub (MQK), pidato (bahasa Indonesia, bahasa Arab, dan bahasa Inggri), kaligrafi, cerdas cermat, dan musabaqah tilawatil Quran (MTQ). Di samping itu juga kegiatan pendukung yaitu silaturahmi dan ta’aruf sesama santri.

Muhammad Nasir saat membacakan sambutan tertulis Kadis Pendidikan Dayah Aceh mengatakan, pekan kreativitas santri dayah perbatasan itu merupakan agenda tahunan pada UPTD Islamic Center Dinas Pendidikan Dayah Aceh. Kegiatan ini, menurutnya, pertama kali dilaksanakan di Dayah Perbatasan Darul Amin pada tahun 2015 dan yang kedua di Dayah Perbatasan Minhajussalam.

“Dalam visi dan misi Gubernur Aceh, Bapak Irwandi Yusuf, penyelenggaraan pendidikan dayah merupakan salah satu program prioritas selama lima tahun ke depan. Karena itu, mari kita manfaatkan peluang ini semaksimal mungkin memajukan dayah secara khusus dan berperan aktif dalam membentengi umat Islam dari upaya pendangkalan akidah oleh kalangan nonmuslim,” ungkap Nasir.

Pekan kreativitas itu, lanjutnya, diharapkan menjadi ajang mempererat silaturahmi serta meningkatkan kualitas santri dayah perbatasan. Karena itu, Nasir berpesan, semua pihak harus bekerja sama untuk memastikan pekan kreativitas santri ini dapat berjalan dengan baik, tertib, dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Jangan ada peserta yang bukan santri dayah perbatasan. Kalau ada yang sudah terlanjur membawa, jangan diikutkan menjadi peserta,” harap Muhammad Nasir. Kepada dewan hakim dan dewan juri, ia berharap dapat melaksanakan tugas dengan seadil-adilnya. Sehingga yang menjadi juara benar-benar santri yang memiliki kemampuan terbaik.(jal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help