Minggu, 10 Mei 2026

Istri Abusyik Meninggal Tabrakan

Innalillahi wa inna ilahi rajiun. Istri Bupati Pidie, Roni Ahmad (Abusyik), Syarifah Ahmad (48) bersama dua ajudan, masing-masing Cut Rita Zahara (27)

Tayang:
Editor: hasyim
KONDISI mobil yang ditumpangi istri Bupati Pidie setelah mengalami kecelakaan di Km 130 Tol Cipali (Cipoko-Palimanan), Indramayu, Jawa Barat, Jumat (8/12) pukul 15.00 WIB.FOTO/AIPTU ADAM BUANA PJR JABAR 17 CIMAHI 

SIGLI - Innalillahi wa inna ilahi rajiun. Istri Bupati Pidie, Roni Ahmad (Abusyik), Syarifah Ahmad (48) bersama dua ajudan, masing-masing Cut Rita Zahara (27) selaku asisten pribadi istri bupati dan Afdal Daud (30), ajudan (Adc) bupati, Jumat (8/12) sekira pukul 15.30 WIB meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Km 130 Tol Cipali (Cipoko-Palimanan), Indramayu, Jawa Barat.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) dan Protokoler Kabupaten Pidie, Safrizal SSTP MDev kepada Serambi, Jumat (8/12) mengatakan, insiden yang merenggut tiga nyawa itu terjadi saat mobil yang mereka tumpangi, Toyota Kijang Innova B 1170 GKJ warna hitam, melaju dalam kecepatan relatif tinggi di kiri jalan tol. Saat itu hujan sedang mengguyur, sehingga jalan tol licin dan jarak pandang sopir, Eko Purwanto, warga Kemanggisan, Jakarta Barat, diperkirakan terbatas.

Dalam kondisi seperti itulah, sopir mobil rental tersebut menabrak bagian belakang truk kontainer Siba Surya, B1805 EP yang sedang berhenti di bahu kiri jalan karena mogok. “Tabrakan itu berakibat fatal. Kondisi mobil Toyota Innova rusak parah dan tiga orang meninggal. Hanya sopir yang selamat,” kata Safrizal.

Menurutnya, mobil Toyota Kijang Innova itu sedang melaju dari Jakarta ke Solo, Jawa Tengah. Tujuan istri Bupati Pidie ke Solo adalah mendampingi suaminya untuk menerima penghargaan sebagai Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia (HAM).

Saat kejadian, Bupati Abusyik sedang berada di mobil lain, berada di belakang mobil yang ditumpangi istrinya. Namun, yang nahas hanyalah mobil rombongan istri Abusyik. Insiden itu menyebabkan Abusyik urung melanjutkan perjalanan ke Solo. Ia fokus mengurus jenazah di rumah sakit terdekat dari tempat kejadian, yakni Rumah Sakit HM Thamrin, Purwakarta, Jawa Barat.

Sebelumnya, Abusyik berada di Jakarta mengikuti Pendidikan dan Latihan (Diklat) Kepemimpinan. Sekira pukul 15.30 WIB saat menuju Solo, mereka melintas di jalan Tol Cipali. Saat melaju di Km 130, tabrakan maut itu pun terjadi.

Hingga tadi malam ketiga jenazah disemayamkan di Rumah Sakit Thamrin, Purwakarta, Jawa Barat. Tapi menjelang tengah malam ketiga jenazah dibawa ke Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng, Banten, untuk mempercepat pemulangan ke Aceh.

Direncanakan, Sabtu (9/12) pagi ini ketiga jenazah diterbangkan ke Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar, seterusnya dibawa ke Pidie untuk difardukifayahkan di kampung halaman masing-masing.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Serambi tadi malam, almarhumah Syarifah binti Ahmad akan dikebumikan di Gampong Pu’uk Aree, Garot, Kecamatan Indra Jaya, Cut Rita Zahara di Gampong Caleu, Indra Jaya, sedangkan Afdal Daud di Gampong Lampoh Krueng, Kota Sigli, Pidie.

“Kita harapkan tidak ada kendala dalam pemulangan jenazah hingga prosesi pemakaman ketiganya,” kata Safrizal, Kabag Humas dan Protokol Pidie.

Kesaksian kapten
Kapten Nu, salah seorang anggota rombongan Bupati Pidie yang dilaporkan kritis akibat kecelakaan di jalan Tol Cipali, Jawa Barat, Jumat (8/12) sore ternyata mampu menceritakan detik-detik awal pascamusibah yang merenggut nyawa istri Bupati Pidie beserta dua orang lainnya, yaitu Afdal Daud (Adc Bupati) dan Cut Rita Zahara (asisten pribadi istri Bupati Pidie).

Kapten Nu yang terhubung melalui sambungan telepon dengan Serambi pada pukul 21.06 WIB, Jumat (8/12) mengaku mengalami luka di beberapa bagian tubuh, termasuk di wajah, namun tidak termasuk kritis.

Komunikasi singkat dengan Kapten Nu difasilitasi oleh Mirza Ismail (mantan bupati Pidie) yang juga ikut dalam rombongan Bupati Pidie dan berada satu mobil dengan Abusyik melaju di belakang mobil korban. “Kami sedang di RS MH Thamrin Purwakarta mengurus pemulangan jenazah bersama Kapolres Purwakarta. Ini ada Kapten Nu, mungkin bisa bicara langsung tentang kejadian itu,” kata Mirza sambil menyerahkan HP ke mantan kombatan GAM yang menjadi sosok kepercayaan Abusyik.

Menurut Kapten Nu, dia tidak tahu persis bagaimana awal kejadiannya, namun waktu itu jalan tol Cipali sedang diguyur hujan. “Tiba-tiba saya tersentak saat mobil ngerem mendadak dan sempat merasakan benturan yang cukup kuat. Selama beberapa detik saya di ambang sadar sehingga tak ingat kapan saya ke luar dari dalam mobil yang ringsek,” kata Kapten Nu.

Dari lokasi kejadian mereka dievakuasi ke rumah sakit dan akhirnya diketahui kalau istri Abusyik bersama Afdal dan Cut Rita Zahara meninggal dunia. “Saya mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh. Sudah ditangani oleh tim dokter dan sekarang kondisi saya berangsur membaik,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved