Tafakur

Mengabaikan Shalat

Dalam mencari rezeki, kita kadangkala melupakan Pemberi rezeki. Saking sibuk mencari rezeki, kita mengabaikan waktu shalat

Mengabaikan Shalat

Oleh: Jarjani Usman

“Dan tidak ada satupun makhluk yang bergerak (bernyawa) di muka bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya” (QS. Huud: 6).

Dalam mencari rezeki, kita kadangkala melupakan Pemberi rezeki. Saking sibuk mencari rezeki, kita mengabaikan waktu shalat.

Saat sedang berada pada acara yang kita anggap penting dan berharap memperoleh rezeki besar, misalnya, sebahagian kita tidak mau menghentikan acara sejenak untuk shalat. Diakui atau tidak, itu artinya tak mengajak diri dan orang lain untuk shalat. Sungguh banyak dosa yang harus ditanggung, terutama oleh penyelenggara dan tutornya. Berapalah bayaran yang diperoleh dari acara tersebut, dibandingkan dosa yang harus ditanggung hingga ke akhirat kelak?

Padahal shalat adalah saatnya kita meminta, mengingat, dan mengadu kepada Allah, sang Pemilik segala rezeki. Sebagaimana dikatakan dalam Alquran bahwa sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki (QS. Al-Hajj: 58). Dan bahkan, bila tibanya waktu shalat, kita diperintahkan untuk segera melaksanakannya atau tepat waktu.

Perilaku melupakan Allah sebagai Pemberi rezeki menandakan bahwa walaupun mampu mencari rezeki, tetapi kita masih termasuk golongan orang-orang yang tak pandai berterimakasih sekaligus belum mampu mengelola waktu dengan baik. Bahkan, seinspiratif apapun kita sebagai pelatih orang banyak, tetapi masih tak mampu mengispirasi diri untuk shalat tepat waktu. Padahal itu jauh lebih utama bagi setiap insan. Sebagaimana dikatakan Rasulullah, “Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi.”

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved