Perancis: Uni Eropa Harus Ambil Inisiatif Sendiri soal Palestina

Beberapa warga Israel melihat Uni Eropa terlalu pro-Palestina, karena menegaskan produk buatan Israel harus diberi label dengan jelas di Eropa.

Perancis: Uni Eropa Harus Ambil Inisiatif Sendiri soal Palestina
AFP/ABBAS MOMANI
Seorang pemuda demonstran menendang ban terbakar saat bentrok dengan tentara Israel di Ramallah, Palestina, Senin (11/12/2017). 

PARIS - Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Yves Le Drian, Senin (1112) mendesak Washington untuk maju dengan rencana perdamaian yang sedang disusun oleh Jason Greenblatt, utusan Timur Tengah Trump, dan menantu Trump yang juga penasihat senior, Jared Kushner.

"Kami sudah menunggu beberapa lama untuk inisiatif Amerika, tetapi jika tidak ada, maka Uni Eropa harus mengambil inisiatif sendiri," kata Le Drian.

Uni Eropa percaya pihaknya memiliki undang-undang untuk membuat suaranya didengar sebagai donatur terbesar Palestina dan mitra dagang terbesar Israel.

Sedangkan pemerintah Uni Eropa memiliki tingkat simpati yang beragam terhadap Israel dan Palestina.

Beberapa warga Israel melihat Uni Eropa terlalu pro-Palestina, karena menegaskan produk buatan Israel harus diberi label dengan jelas di Eropa.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, menyambut Netanyahu pada kunjungan pertama dan disebut sebagai seorang perdana menteri Israel yang datang ke Eropa dalam 22 tahun terakhir.

Dikatakan blok ini akan terus mengakui konsensus internasional di Jerusalem.

Dia mengulangi komitmen Uni Eropa untuk solusi dua negara dan  Israel harus menemukan solusi berkelanjutan untuk konfliknya dengan orang-orang Palestina.

Uni Eropa, katanya, akan meningkatkan upaya perdamaian dan akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas bulan depan.

Dia juga mengecam serangan terhadap Israel dan Yahudi di tempat lain di dunia, termasuk di Eropa.

Rencana Trump untuk memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Jerusalem telah memicu protes keras.

Sebuah demonstrasi yang mengecam kunjungan Netanyahu direncanakan pada Selasa pagi di Brussels.(afp/rtr/muh)

Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help