Eungkot Paya Bang Gam yang Menggugah Selera

WARUNG Nasi Bang Gam. Nama itu tertulis di sebuah pamflet di sisi kiri jalan. Bagi kebanyakan orang, nama itu

Eungkot Paya Bang Gam yang Menggugah Selera
PENGUNJUNG menikmati hidangan di Warung Bang Gam, Kayee Leu. 

WARUNG Nasi Bang Gam. Nama itu tertulis di sebuah pamflet di sisi kiri jalan. Bagi kebanyakan orang, nama itu tidak asing lagi. Terutama bagi para penikmat kuliner khas Aceh Rayeuk. Hampir setiap hari, warung ini tidak pernah sepi. Pengunjung juga bakal menjumpai para pelayan yang tampak sibuk, mondar-mandir dari satu meja ke meja yang lain. Sesekali tercium aroma gurih dari balik dapur yang diawaki sejumlah perempuan. Letaknya di belakang ruang utama.

“Sebetulnya warung nasi ini sudah ada sebelum tsunami, sekitar tahun 2004.Dulu kami berjualan di warung kaki lima di seputaran Simpang Lambaro, Aceh Besar,” tutur Darmawan. Suasana hari libur, Sabtu (9/12) itu, membuat semuakru harus bekerja keras melayani para tamu. Sesekali Darmawan mengusap peluh di wajahnya dengan handuk kecil, sambil menggorengayam kampung dalam sebuah kuali besar di depannya. “Nama warung ini sebetulnya diambil dari nama ayah saya, Abdullah. Tapi sering dipanggil Bang Gam,” tuturnya.

Dari Simpang Lambaro hanya butuh waktu sekitar 20 menit perjalanan. Pengunjung akan tiba di sebuah bangunan semi permanen, atau persisnya terletak dialan Kayee Leu, Simpang Tiga, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Warung Bang Gam di Kayee Leu, Aceh Besar ternyata punya satu keunikan tersendiri, yang jarang ditemukan di rumah makan atau restoran berkelas di kota-kota besar. Apalagi kalau bukan desain tempatnya yang membuat nyaman. Ya, memang lokasi warung ini dibuat pemiliknya dengan mengadopsi konsep makan sambil bersantai di pinggir sawah. Pengunjung bisa duduk lesehan di bawah gerai memanjang beratap rumbia sambil menanti pesanan sampai.

Selain menawarkan tempatyang unik, Warung Bang Gam ternyata juga terkenal dengan ciri khas menu kulinernya yang menggugah selera. Ada tiga menu utama yang ditawarkan. Yakni ayam kampung goreng, gulai eungkot paya (ikan air tawar) dan kari bebek ditambah beberapa menu lainnya. Semuanya diracik dengan bumbu khas Aceh Rayeuk yangkaya akan rasa dan rempah. Bagi para pecinta kuliner, gulai eungkot paya di warung ini mendapat tempat tersendiri di hati. “Rasanya memang berbeda dari tempat lain, khas masakan Aceh Besar,” ujar Suhardi, seorang engunjung yang ditemui di lokasi.(*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved