Mahasiswa UIN Kecam Trump

Puluhan anggota Dewan Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (Dema-FSH) UIN Ar Raniry

Mahasiswa UIN Kecam Trump
MAHASISWA Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry melakukan aksi unjuk rasa di Simpang Lima, Banda Aceh, Selasa (12/12). Dalam aksi itu mereka mengecam serta tidak akan pernah setuju pengakuan Yerussalem sebagai ibu kota Israel oleh Donald Trump. 

* Saat Gelar Aksi di Simpang Lima

BANDA ACEH - Puluhan anggota Dewan Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (Dema-FSH) UIN Ar Raniry, Selasa (12/12), menggelar aksi di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh. Aksi itu untuk mengecam Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Amatan Serambi, kemarin, mahasiswa yang mengenakan jas almamater serta membawa spanduk, poster, dan bendera Palestina, memulai aksi pukul 09.40 WIB. Lalu, mereka berorasi secara bergantian mengecam dan menentang kebijakan Trump. Mereka juga membakar bendera AS dan poster Trump.

Koordinator Lapangan, Khaidir mengatakan, aksi mereka itu untuk mengecam dan menentang kebijakan AS terhadap Yerusalem, karena bertentangan dengan konsensus internasional. Menurutnya, selama ini dunia internasional menganggap jika Yerussalem berada di bawah kewenangan internasional.

Dalam orasinya, mahasiswa mengeluarkan penyataan sikap antara lain mengecam kebijakan AS, tak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, serta menyatakan bebijakan Donald Trump bertentangan dengan kedaulatan bangsa dan nilai kemanusiaan.

Selain itu, mahasiswa juga Mendukung upaya pemerintah yang membela hak kemederdekaan bangsa Palestina dan menuntut Pemerintah Indonesia memutuskan hubungan diplomatik dengan AS. Terakhir, mereka menyerukan kepada umat Islam di seluruh dunia supaya mendukung kebebasan dan kemerdekaan Palestina.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help