SerambiIndonesia/

Menjadikan Banda Aceh Pusat Wisata Islami

TEKAD Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE.Ak MM dan Drs Zainal Arifin mewujudkan

Menjadikan Banda Aceh Pusat Wisata Islami

TEKAD Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE.Ak MM dan Drs Zainal Arifin mewujudkan Kota Banda Aceh sebagai kota islami dan zikir sebagaimana yang mereka janjikan saat kampanye pilkada lalu, bukanlah isapan jempol.

Di lima bulan usia mereka ‘menakhodai’ Pemerintahan Kota Banda Aceh, berbagai kegiatan keagamaan terus bergulir. Dan itu tak hanya di masjid-masjid, tapi tempattempat lain, termasuk di Pendapa Wali Kota Banda Aceh. Aminullah Usman juga terus melakukan langkahlangkah untuk bisa mengantarkan Banda Aceh menjadi pusat wisata islami Indonesia.Untuk menjadikan Banda Aceh—Ibu Kota Provinsi Aceh— sebagai pusat wisata islami, kini Pemerintah Kota Banda Aceh berupaya memaksimalkan berbagai fasilitas yang ada.

Di antaranya Masjid Raya Baiturrahman. Masjid kebangaan masyarakat Aceh ini akan dijadikan pusat aktivitas islami, seperti zikir, pusat kajian ilmu Tasawuf, Tauhid dan Fiqih (Tastafi), pengajian, serta tausiah.

Selain itu, ke depan Pemerintah Kota Banda Aceh jugaakan membangun tempat zikir bertaraf internasional yang menjadi ikon Indonesia. Pusat zikir bernama Nurul Arafah itu akan dibangun di kawasan Ulee Lheue, persis di belakang MasjidBaiturrahim. Untuk pembangunannya sendiri, Pemko Banda Aceh sudah menjalin kerja sama dengan Pemerintahan Kerajaan Arab Saudi. “Insya Allah, pembangunan Nurul Arafah akan segera terwujud,” kata Aminullah Usman.

Dengan hadirnya pusat zikir Nurul Arafah, diharapkan masyarakat dunia jika berkunjung ke Banda Aceh, tidak saja akanmenyaksikan keindahan agar budaya yang ada, seperti museum tsunami, kapal apung, tempat-tempat bersejarah, makam- makam ulama dan tempat tempat wisata lain, mereka juga bisa berwisata religi dan beribadah, seperti mengikuti zikir, pengajian dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya.

Untuk zikir sendiri, para wisatawan bisa mengikutinya di Masjid Raya Baiturrahman setiap malam Jumat dan Senin. Selain zikir, di masjid kebanggaan masyarakat Aceh itu juga banyak diisi dengan kegiatan keagaamanlainnya seperti pengajian dan ausiah. Tak cuma masyarakat Aceh yang mengikuti zikir, para wisatawan dari Sumatera Barat, bahkan Malaysia dan Brunei Darussalam juga menyempatkan diri untuk ikut berzikir. Tak cuma di Masjid Raya Baiturrahman, Pemko Banda Aceh setiap Jumat malam juga menggelar zikir di Pendapa Wali Kota. Kegiatan zikir tersebut selalu disesaki kaum muslimin yang ingin beribadah. Pada 2018, di Banda Aceh akan diselenggarakan zikir akbar.

Kegiatan itu akan mengundang kaum muslimin dari 50 negara. Dan Pemko Banda Aceh diberi kesempatan oleh Kementerian Pariwisata RI untuk mengajukan anggaran demi terlaksananya zikir antarbangsa tersebut. Pemko Banda Aceh sudah melakukan berbagai persiapan untuk menggelarzikir akbar tersebut, meski waktu pelaksanaannya belum ditentukan.

Untuk suksesnya kegiatan tersebut, Pemko Banda Aceh akan segera enyosialisasikannya kepada masyarakat agar siap menerima kunjungan para wisatawan itu nantinya. Terlebih jika para wisatawan itu lebih memilih tinggal di rumah-rumah penduduk. Tak cuma itu, untuk menggairahkan denyut pariwisata islami di Banda Aceh, pihak pemerintah juga akan menggalakkan pagelaran seni budaya seperti rapai geleng, rapai debus, seudati, saman, dan berbagai keunikan/kelebihan kesenian aceh lainnya. Selain peragaan seni budaya, permainan- permainan tempo dulu juga akan ‘dibangkitkan’ kembali untuk menambah khasanah wisata islami itu sendiri.(***)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help