Mewujudkan Aceh Besar Sebagai Destinasi Wisata

KABUPATEN Aceh Besar menyimpan potensi wisata yang kaya akan keunikan alam dan budayanya

Mewujudkan Aceh Besar Sebagai Destinasi Wisata

KABUPATEN Aceh Besar menyimpan potensi wisata yang kaya akan keunikan alam dan budayanya. Sebaran objek wisata ini terhampar di sepanjang luas wilayah Aceh Besar atau yang sering mendapat sebutan Aceh LheeSagoe (Aceh Tiga Segi). Beberapa lokasi objek wisata tersebut kini secara simultan terus dibenahi untuk mewujudkan Aceh Besar menjadi destinasi wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Beberapa dari objek Wisata ini sudah kita tetapkan sebagai wisata andalan, dan dikelola sesuai dengan ketersediaan anggaran setiap tahun,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Aceh Besar, Sulaimi. Untuk memberi kenyamanan kepada pengunjung, Pemkab Aceh Besar terus melakukan pembenahan infrastruktur.

Antara lain dengan membangun dan menata beberapa fasilitas agar lebih representatif dan nyaman bagi pengunjung. Seperti pada lokasi wisata Pasir Putih di Kecamatan Mesjid Raya, Pemkab AcehBesar telah membuat pagar di beberapa tempat agar tidak masuk ternak warga. Sedangkan di Pantai Lampuuk, Kecamatan Lhok Nga, telah dibangun pondok terbuka tempat bersantai (gazebo) buat pengunjung dan membangun kafe di Pulau Kapuk, Lhok Nga. Sementara di Pantai UjongBatee Pemkab Aceh Besar membangun fasilitas mandi, cuci dan kakus (MCK). Suasana di Pantai Ujong Batee kini tampak jauh lebih memikat dan ramah anak dengan dibangunnya taman bermain di lokasi tersebut.

Selain terkenal dengan wisata bahari, Aceh Besar juga memiliki Gampong Nusa di Kecamatan Lhok Nga, yang dijuluki desa wisata andalan Aceh Besar. Dikenal dengan keindahan alam, Gampong Nusa menawarkan beragam wisata seni dan budaya hingga wisata kuliner dan produk lokal hasil kerajinan masyarakat.Untuk objek wisata masih baru seperti Likok Kuwieng di kawasan pedalaman Saree dan air terjun di Jantho, sudah masuk dalam pendataan pemerintah untuk pengembangan lebih lanjut pada 2018.

Rencana induk
Sejauh ini memang diakui belum semua potensi objek wisata di Aceh Besar tergarap maksimal dan tersentuh pemugaran. Menurut Sulaimi butuh waktu dan anggaran yang maksimal untuk mengeksplor semua potensi kekayaan wisata tersebut, agar dikenal publik.

Namun Pemkab Aceh Besar terus berusaha dengan memanfaatkan momenmomen tertentu untukmemperkenalkan Aceh Besar kepada dunia, sebagaidestinasi wisata dengan berbagai keunggulan dan keunikan alam dan budayanya. Seperti halnya pada Juli lalu Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisatamenggelar Festival Pulo Aceh 2017. Kegiatan ini bekerja sama dengan BPKS Sabang,

Disparpora Aceh Besar serta Balai Pelestarian Nilaidan Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Event ini terbilang sukses dalam mengangkat Pulo Aceh yang kaya akan wisata baharinya menjadi destinasi wisata dunia.Sulaimi juga menjelaskan Pemerintah Aceh Besar belum lama ini juga telah menggodok masterplan atau Rencana Induk Pariwisata Aceh Besar 2018 yang mencakupi berbagai hal terkait pengembangan dan penataan kembali lokasi wisata di Aceh Besar.”Mudah-mudahan rencana induk ini bisa berjalan baik, selanjutnya kita hanya perlu memikirkan untuk mencari sumber anggaran,” ujarnya.(**)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved