Peneliti Sebut Gigi Palsu Ternyata Bisa Bikin Kurang Gizi, Begini Penjelasannya

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa gigi palsu menempatkan pemakainya pada risiko kekurangan gizi. Sebabnya adalah pemakai gigi palsu

Peneliti Sebut Gigi Palsu Ternyata Bisa Bikin Kurang Gizi, Begini Penjelasannya
Getty Images
Ilustrasi 

SERAMBINEWS.COM - Saat kehilangan gigi, sering kali kita perlu menggantinya dengan gigi palsu. Tapi tahukah Anda menggunakan gigi palsu memiliki risiko tersendiri?

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa gigi palsu menempatkan pemakainya pada risiko kekurangan gizi. Sebabnya adalah pemakai gigi palsu akan menghindari makanan yang lebih sulit dikunyah.

Para peneliti dari King's College London juga menemukan hal yang sama pada orang yang kehilangan giginya. Itu karena mereka harus berjuang ekstra keras untuk mengunyah makanan dengan benar.

Baca: Sipir Rutan Lhoksukon Temukan Wadah Pasta Gigi Berisi Sabu

Dalam kedua kasus itu, kehilangan gigi dan menggunakan gigi palsu dikaitkan dengan kelamahan sendi dan otot yang dapat membuat orang lebih berisiko mengalami kerusakan tulang dan jatuh.

Para peneliti tersebut menyatakan bahwa orang dengan gigi palsu atau kehilangan giginya merasa sulit makan makanan bergizi seperti buah, sayur, kacang-kacangan, dan daging. Padahal semua makanan tersebut sangat dibutuhkan sebagai nutrisi tubuh.

Meski gigi tiruan meningkatkan fungsi mengunyah, tapi kekuatan gigitannya jauh lebih lemah daripada gigi asli. Itulah mengapa para pengguna gigi palsu menghindari makanan tertentu.

Baca: Benarkah Rajin Sikat Gigi Berkhasiat Mencegah Kanker?

"Orang-orang dengan gigi yang tidak memadai cenderung tidak makan makanan yang keras dan dulit dikunyah, misalnya beberapa buah dan sayuran segar seperti apel, pir, wortel, kacang-kacangan, dan lain sebagainya," kata Dr Wael Sabbah dari King's College London Dental Institute dikutip dari The Telegraph, Minggu (11/12/2017).

"Mereka juga bisa mengalami kesulitan dalam makan makanan yang dimasak seperti daging, tergantung cara memasaknya," imbuhnya.

Halaman
123
Editor: Fatimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help