Jumat, 17 April 2026

Dibalik Aksi Topeng Monyet, Begini Perlakuan Kejam yang Dialami dan Perlu Kamu Ketahui

Makhluk berbulu ini diikat oleh pemiliknya dan sering dipaksa untuk mengenakan kepala boneka untuk mendapatkan uang

Editor: Fatimah
National geographic Indonesia

SERAMBINEWS.COM - Foto monyet yang mengemis di pinggir jalan Boyolali, Indonesia, telah muncul di dunia maya.

Makhluk berbulu ini diikat oleh pemiliknya dan sering dipaksa untuk mengenakan kepala boneka untuk mendapatkan uang dengan cepat dari turis yang lewat.

Tidak hanya topengnya yang menyeramkan, tindakan ini juga benar-benar kejam.

Sayangnya hal ini masih enderung marak di Asia Tenggara.

Baca: Ini Kucing Perdana Menteri Selandia Baru, Hewan Kesayangan Jacinda Ardern itu Mati Ditabrak Mobil

Monyet-monyet itu diambil dari alam liar seperti bayi, seringkali saat mereka masih menyusui, dan dijual.

Gigi mereka sering dilepas tanpa anestesi sebelum dirantai dan dipaksa belajar trik seperti mengendarai sepeda mini atau merokok.

Seperti dilansir Iflscience, perlakuan mengerikan tidak berhenti sampai di situ saja.

Monyet ini juga disiksa untuk memperbaiki kekuatan kaki sampai dapat berjalan seperti manusia.

Baca: Gatot Brajamusti Jadi Tersangka Kasus Kepemilikan Hewan Dilindungi

Sebuah rantai pendek diikatkan di leher mereka, kemudian harus menyeimbangkan diri diatas bola selama berjam-jam, jika berhenti menyeimbangkan, ia akan tercekik.

Namun berkat aktivis satwa dan, sejak 2014 praktik tersebut telah dilarang, dan setiap monyet yang ditemukan terlibat dalam topeng monyet, akan diselamatkan.

Namun, nampaknya praktik tersebut masih berlangsung secara ilegal.

Jaringan Bantuan Hewan Ternak Jakarta (JAAN) di Indonesia telah menjalankan kampanye untuk fokus pada eksploitasi monyet yang terpaksa menghibur wisatawan sejak 2009.

JAAN sebelumnya telah melaporkan bahwa 20 persen monyet yang mereka selamatkan memiliki TBC, sementara beberapa mengidap hepatitis atau leptospirosis.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved