SerambiIndonesia/

Jika Anda Punya Penyakit Ini, Sebaiknya Jangan Ikut Lomba Lari Marathon

Penurunan gula darah dapat terlihat dengan adanya rasa lemas, gemetar, keringat dingin, dan pucat.

Jika Anda Punya Penyakit Ini, Sebaiknya Jangan Ikut Lomba Lari Marathon
Sejumlah pelari mengambil gelas berisi menuman pada Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2017 di Taman Wisata Candi (TWC) Borobduur, Magelang, Jateng, Minggu (19/11). Sebanyak 8.754 peserta dari dalam dan luar negeri mengikuti BJBM yang meombakan tiga kategori Full Marathon (42 km), Half Marathon (21 km) dan 10 K (10 km) dengan total hadiah sebesar Rp 2,3 miliar. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/ama/17(ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN) 

SERAMBINEWS.COM - Lari Marathon belakangan menjadi tren. Penggemarnya semakin beragam, dari siswa sekolah, artis peran, hingga professional.

Dokter spesialis kesehatan olahraga dr. Rachmat Wishnu Hidayat, SpKO mengatakan marathon termasuk olahraga berat. Untuk itu, tak semua orang dapat mengikutinya.

“Kebanyakan masyarakat awam, lari adalah passion. Sering kali kita merasa sehat, tapi kita tidak tahu kondisi tubuh secara pasti,” kata Wishnu dalam acara Marathon Fit Panel yang diadakan Lab Prodia di Jakarta, Minggu (17/12/2017) seperti dilansir Kompas.com, Selasa (19/12/2017).

Baca: Aceh Masuk 5 Besar Penyakit Diabetes

Wishnu menyebutkan, penderita jantung parah sangat tak dianjurkan mengikuti marathon.

Dari hasil tes latihan stress dengan elektrokardiograf (EKG) di mesin treadmill, lari intensitas ringan saja dapat memimbulkan gangguan jantung bagi yang sudah memiliki gangguan.

Keluhan jantung dapat timbul pada 2-3 menit pertama dengan adanya perubahan gambaran EKG.

“Kalau dijumpai gambaran perubahan EKG atau tanda-tanda iskemi otot jantung pada pembebanan dengan intesitas sedang, maka itu tidak dianjurkan untuk mengikuti marathon,” kata Wishnu.

Selain itu, pengidap diabetes melitus juga tak bisa begitu saja mengikut marathon. Untuk ikut, syaratnya, kondisi gula darah harus teratur.

Baca: Ini Pesan Bondan Winarno Sebelum Meninggal Dunia, Tahun ini Telah Jalani Dua Kali Operasi Jantung

Halaman
123
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help