Pemko Ultimatum Hermes Hotel

Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh, Senin (18/12), memanggil pihak manajemen Hotel Hermes Palace

Pemko Ultimatum Hermes Hotel
AMINULLAH USMAN, Wali Kota Banda Aceh

* Terkait Syariat Islam

BANDA ACEH - Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh, Senin (18/12), memanggil pihak manajemen Hotel Hermes Palace ke balai kota setempat. Pemanggilan itu terkait kabar tentang kegiatan di hotel tersebut yang melibatkan waria, Sabtu (16/12) malam. Dalam pertemuan itu, pihak Hermes Hotel diperingatkan agar mematuhi peraturan syariat Islam dalam menjalankan usahanya.

Hal itu disampaikan Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman, dalam konperensi pers usai menggelar pertemuan dengan pihak hotel di balai kota, kemarin. Terkait hebohnya informasi pesta waria di Hotel Hermes, dikatakan Aminullah, bahwa dari pengakuan pihak hotel kepadanya jika kegiatan itu hanya acara ulang tahun.

“Kita sudah memberikan peringatan pihak hotel. Mereka juga telah menandatangani surat pernyataan tidak akan melanggar syariat Islam di Aceh,” ujar Aminullah.

Terkait dugaan pelanggaran di hotel tersebut, wali kota sudah menyerahkan masalah itu kepada pihak Satpol dan WH Banda Aceh serta Polresta Banda Aceh untuk melakukan penyelidikan. Bahkan polisi mengaku sudah mengamankan CCTV.

Menurut Aminullah, pada 27 Oktober 2017 Pemko Banda Aceh sudah mengikat komitmen dengan pihak hotel yang beroperasional di Banda Aceh dalam penegakan syariat Islam. Namun dalam waktu dekat, akan kembali diperkuat dengan penandatanganan MoU antara dua pihak, sehingga tidak ada lagi pelanggaran di hotel.

Sementara Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin SH, membantah adanya kontes waria di Hotel Hermes, seperti informasi yang beredar di masyarakat. Menurutnya, pada malam itu hanya ada beberapa kelompok tamu, yang menggelar makan malam dan pesta ulang tahun. Namun Saladin menyebutkan, beberapa yang hadir hanyalah wanita berpenampilan tomboi (kelelakian) dan berpakaian seperti perempuan.

Dalam konferensi pers itu ikut hadir Dandim 0101/BS, Kolonel Inf Iwan Rosandriyanto SIP, Kajari Banda Aceh, Erwin Desman, General Manager (GM) Hermes Palace, Syafrial Munas, Kadis Syariat Islam, Mairul Hazami, dan Kadispar Banda Aceh, Rizha Idris. Sebelumnya, semua unsur Forkopimda itu menggelar pertemuan secara tertutup terkait masalah aktivitas selama satu jam.

General Manager (GM) Hermes Palace, Syafrial Munas, kemarin menyampaikan, bahwa pada malam itu yang berlangsung di Restoran Hotel Hermes Palace hanyalah acara ulang tahun. Bukanlah pemilihan/kontes waria seperti yang beredar di media sosial.

Bahkan, pihak hotel mengaku tidak mengetahui jika yang memesan tempat adalah kelompok waria. Karena sebelumnya mereka hanya menerima pemesanan tempat atas nama Icha. Namun saat acara, beberapa yang hadir merupakan waria.

Menurutnya, saat ini CCTV saat acara itu berlangsung sudah diamankan oleh pihak kepolisian. Dalam pertemuan dengan wali kota dan Forkopimda Banda Aceh, Munas datang dengan beberapa stafnya.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved