Alumni Perguruan Tinggi Negeri Se-Indonesia Deklarasi Anti-Radikalisme di Unsyiah

sejarah panjang Aceh tidak dapat dilepaskan dari peran dan keberadaannya ikut serta mendirikan dan merawat Republik Indonesia

Alumni Perguruan Tinggi Negeri Se-Indonesia Deklarasi Anti-Radikalisme di Unsyiah
SERAMBI/SAID KAMARUZZAMAN
Alumni puluhan Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia menyatakan antiradikalisme, terorisme, dan komunisme. Pernyataan sikap bersama ini dibacakan di Halaman Gedung Rektorat Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Rabu (20/12/2017). 

Laporan Said Kamaruzzaman | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Alumni puluhan Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia menyatakan antiradikalisme, terorisme, dan komunisme.

Pernyataan sikap bersama ini dibacakan di Halaman Gedung Rektorat Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Rabu (20/12/2017).

Sekretaris Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unsyiah Iqbal Faraby SH membacakan empat poin deklarasi, antara lain, “Menjunjung tinggi pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika di setiap sendi kehidupan bangsa, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Iqbal atas nama para alumni Universitas Negeri.

Baca: Senat Unsyiah Tetapkan Tiga Nama Calon Rektor

Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya menolak keras gerakan radikalisme, terorisme, dan komunisme serta paham sesat lainnya.

Setelah pembacaan deklarasi, para peserta kemudian melepaskan balon ke udara.

Sebelumnya para peserta memenuhi gedung AAC Unsyiah untuk mendengar pidato Ketua IKA Unsyiah Drs Sulaiman Abda MSi, Wakil Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT, Rektor Unsyiah Prof Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng, dan pengurus Ikatan Keluarga Alumni Universitas Negeri Semarang, Drs Wirawan Sumbodo MT.

Baca: Karya Mahasiswa Unsyiah Ini Patut Diacungi Jempol, Ciptakan Robot yang Bisa Terbang!

Peserta kegiatan merupakan alumni dari sejumlah perguruan tinggi negeri, seperti Universitas Semarang, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, dan lain sebagainya.

Ketua IKA Unsyiah Sulaiman Abda mengatakan, sejarah panjang Aceh tidak dapat dilepaskan dari peran dan keberadaannya ikut serta mendirikan dan merawat Republik Indonesia.

“Sejak awal berdiri, tercatat berbagai sumbangan Aceh terhadap Bangsa Indonesia,” kata Sulaiman Abda.(*)

Penulis: Said Kamaruzzaman
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help