SerambiIndonesia/
Home »

Bisnis

» Mikro

Harga Telur dan Beras Naik

Dalam dua minggu terakhir harga telur ayam di Banda Aceh naik dari Rp 36.000 menjadi Rp 43.000/papan

Harga Telur dan Beras Naik
KONSUMEN mengangkut beras kelas medium di sentral penjualan beras Kota Lhokseumawe, Selasa (19/12). Menjelang perayaan Natal dan tahun baru, harga beras kemasan berbagai merek mengalami kenaikan dari Rp130 ribu/15 kg tembus menjadi Rp155 ribu/15 kg, kenaikan juga dipicu minimnya produksi padi lokal dampak banjir yang merusak seluas 6.791 hektare padi siap panen.

BANDA ACEH - Dalam dua minggu terakhir harga telur ayam di Banda Aceh naik dari Rp 36.000 menjadi Rp 43.000/papan (30 butir). Penyebabnya, permintaan tinggi sementara stoknya terbatas.

Pedagang grosir di Pasar Peunayong, Banda Aceh, Ramli kepada Serambi, mengatakan, kenaikan harga itu karena banyaknya permintaan dari Pulau Jawa, Batam, dan Pekanbaru, sementara stoknya di Medan terbatas. “Selain itu, minimnya ikan akibat nelayan nggak melaut karena cuaca buruk juga menyebabkan masyarakat banyak yang beralih ke telur,” ujarnya.

Sementara beras premium dan medium, menurut Ramli, harganya naik rata-rata Rp 200/kg. Misal, harga beras Keumala dari sebelumnya dijual Rp 140.000/zak menjadi Rp 150.000/zak.

Menurutnya, harga beras baik karena setelah panen, gabah banyak dibawa ke Medan. Sehingga stok di Aceh berkurang dan membuat harga beras naik.

Sedangkan gula pasir dan minyak goreng, harganya masih stabil. Gula harga eceran Rp 12.000/kg dan per karung (50 Kg) Rp 545.000/zak. Sedangkan minyak goreng curah dari Rp 11.000/kg menjadi Rp 10.500/kg.(una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help