9.874 Tabung Elpiji 3 Kg Ditambah

Pertamina akan menambah 9.874 tabung elpiji 3 kg untuk wilayah Aceh untuk mengantisipasi lonjakan

9.874 Tabung Elpiji 3 Kg Ditambah
PEKERJA menukar tabung gas elpiji 3 kg di tempat penyalur resmi di Desa Ule Pulo, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara 

* Antisipasi Tahun Baru

BANDA ACEH - Pertamina akan menambah 9.874 tabung elpiji 3 kg untuk wilayah Aceh untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang tahun baru 2018. Dengan adanya penambahan tersebut, maka jumlah pasokannya menjadi 100.097 tabung dari penyaluran harian rata-rata 90.223 tabung.

General Manager PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Regional (MOR) I, Erry Widiastono menyampaikannya dalam siaran pers yang diterima Serambi, Rabu (20/12). Dia menambahkan, jumlah tabung elpiji yang ditambah tersebut disesuaikan dengan estimasi kebutuhan di Aceh dan apabila masih ditemukan kekurangan akan segera dilakukan operasi pasar sesuai kebutuhan.

Dikatakan, konsumsi elpiji 3 kg diprediksi akan mengalami peningkatan menjelang tahun baru 2018. Oleh karena itulah, Pertamina melakukan antisipasi peningkatan kebutuhan elpiji 3 kg dengan menambah pasokan di wilayah Aceh.

“Ketahanan pasokan elpiji wilayah Aceh ditunjang oleh depot elpiji Pangkalan Susu di Medan, Sumatera Utara. Tujuh SPPBE yang dialirkan melalui 65 agen dan 2.416 pangkalan elpiji 3 kg,” sebutnya.

Dikatakan, Pertamina melalui depot elpiji, SPPBE, agen, dan pangkalan akan berkomitmen untuk tetap melakukan kegiatan operasional pada masa liburan guna menjaga pasokan masyarakat, bahkan di tanggal merah yaitu 25 Desember 2017 maupun 1 Januari 2018.

Disamping itu, Erry juga menyampaikan pihaknya mengantisipasi adanya peningkatan konsumsi BBM jenis Gasoline di Aceh yang diperkirakan akan mengalami kenaikan sebesar 6,8 persen dari penyaluran rata-rata normal sebesar 1.858 kiloliter menjadi 1.985 kiloliter.

Diperkirakan, lonjakan konsumsi tertinggi akan terjadi pada 22 Desember 2017. Pasokan BBM ke masyarakat di Aceh disuplai dari lima terminal BBM, yakni TBBM Sabang, TBBM Krueng Raya, TBBM Lhokseumawe, TBBM Meulaboh, dan TBBM Simeulue melalui 111 SPBU yang tersebar di seluruh wilayah Aceh.

“Guna menjaga pasokan bahan bakar, Pertamina MOR I sudah mempersiapkan SPBU kantong di dua lokasi yang menjadi pusat konsumsi BBM tertinggi di wilayah Aceh, yaitu di Langsa dan Aceh Tamiang. Penyediaan kantong SPBU itu berupa mobil tangki dengan muatan BBM agar pelayanan dan distribusi dapat lebih cepat mengantisipasi jalur yang padat di jalan,” jelasnya.

General Manager Pertamina MOR I, Erry Widiastono menyampaikan pihaknya memprediksi akan terjadi peningkatan kebutuhan bahan bakar Avtur di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar. Penyaluran harian normal avtur di Bandara SIM sebesar 50 kiloliter/hari diperkirakan akan melonjak hingga 150 persen menjadi 125 kiloliter/hari.

Dikatakan, ketahanan stok Avtur di Bandara SIM ditunjang oleh Depot Pengisian Pesawat Udara Bandara SIM. Pihaknya juga membentuk tim satgas guna menjaga keamanan saluran distribusi produk.

Tim satgas akan bersiaga di kantor region Pertamina MOR I, kantor cabang, TBBM hingga Depot Lelpiji di seluruh wilayah MOR I. Periode satgas dimulai pada 18 Desember 2017 dan berakhir 7 Januari 2017.

“Fokus pengamanan pasokan adalah lokasi yang menjadi pusat konsentrasi masyarakat, serta lokasi yang menjadi tujuan wisata masyarakat terkait libur tahun baru yang berbarengan dengan libur sekolah, dan jalur lintas sumatera,” kata dia. Apabila terdapat keluhan dan informasi terhadap layanan dan produk Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Contact Center Pertamina 1-500-000.(una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help