Alumni Kampus Negeri Bacakan Deklarasi Kebangsaan

Alumni puluhan Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia mengadakan kegiatan ‘Deklarasi Kebangsaan Alumni Universitas

Alumni Kampus Negeri Bacakan Deklarasi Kebangsaan
REKTOR Unsyiah Prof Dr Ir Samsul Rizal M.Eng, Ketua Umum IKA Unsyiah Drs Sulaiman Abda MSi, dan para alumni perguruan tinggi se-Indonesia melepaskan balon setelah pembacaan teks Deklarasi Kebangsaan di halaman Gedung Rektorat Unsyiah, Rabu (20/12). 

BANDA ACEH - Alumni puluhan Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia mengadakan kegiatan ‘Deklarasi Kebangsaan Alumni Universitas Se-Indonesia’ di gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Rabu (20/12). Mereka juga membacakan deklarasi bersama di halaman Gedung Rektorat Universitas Syiah Kuala (Unsyiah).

Para peserta, antara lain dari ILUNI-UI Jakarta, IKA-USU Medan, KAGAMA Yogyakarta, IA-ITB Bandung, IKA-Unand Padang. Sementara dari Aceh, Korp Alumni UIN Ar-Raniry, IKA Unsyiah, UTU Meulaboh, dan lainnya.

Kegiatan diawali dengan sambutan demi sambutan, mulai dari Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT, Rektor Unsyiah Prof Dr Ir Samsul Rizal, M.Eng, dan pengurus Ikatan Keluarga Alumni Universitas Negeri Semarang, Drs Wirawan Sumbodo MT. Para peserta dari berbagai provinsi di Indonesia itu juga disuguhkan penampilan Tari Saman Gayo dan musik etnik mulai dari Aceh hingga Papua.

Sekretaris Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unsyiah Iqbal Farabi SH membacakan empat poin deklarasi, antara lain, “Menjunjung tinggi pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika di setiap sendi kehidupan bangsa, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Iqbal atas nama para alumni Universitas Negeri juga menyebutkan bahwa pihaknya menolak keras gerakan radikalisme, terorisme, dan komunisme serta paham sesat lainnya. Setelah pembacaan deklarasi, para peserta kemudian melepaskan balon ke udara sebagai simbol perdamaian.

Ketua Umum IKA Unsyiah Drs Sulaiman Abda MSi dalam sambutannya mengatakan, sejarah mencatat bahwa Aceh tidak dapat dilepaskan dari peran dan keberadaannya dalam mendirikan dan merawat Republik Indonesia. “Sejak awal berdiri, tercatat berbagai sumbangan Aceh terhadap Bangsa Indonesia,” kata Sulaiman Abda.

Sebagai Ketua Ikatan Keluarga Alumni Unsyiah, Sulaiman Abda mengaku mendukung setiap upaya memperkuat kebangsaan, mengurangi radikalisme dan intoleransi atas nama apa pun di Bumi Nusantara.

“Saya mengajak para alumni Perguruan Tinggi Negeri dan swasta di Indonesia, khususnya alumni Unsyiah untuk mengembangkan jaringan dan lingkaran antiradikalisme dan intoleransi. Jadilah contoh baik bagi semua, karena kita dan Aceh menolak segala bentuk radikalisme dan intoleransi,” tuturnya.

Sementara Wagub Nova Iriansyah mengatakan, kampus berada di garda terdepan dalam merawat persatuan dan kebangsaan. Dirinya mengajak kampus untuk kembali ke jatidiri sebagai tulang punggung dalam menjaga kebhinnekaan, agar tidak tercemar oleh idelogi lain selain ideologi negara.

Sementara Rektor Unsyiah Samsul Rizal menegaskan, dengan jumlah mahasiswa hingga 32.000, pihaknya selama ini telah berusaha memberikan pemahaman agar tidak terlibat dalam ideologi yang dilarang. Beberapa mahasiswa yang pernah bergabung dengan Hizbut Tahrir misalnya, kata Rektor, diingatkan untuk tak lagi terlibat pada ideologi yang dilarang oleh pemerintah. “Sekarang tidak ada lagi, karena sudah diberikan pemahaman,” tandasnya.(sak)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved