SerambiIndonesia/
Home »

Sport

Pemain Aceh United Diarak

Skuadra Aceh United Football Club (AUFC) diarak sepanjang perjalanan dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang

Pemain Aceh United Diarak
PEMAIN Aceh United FC diarak dengan truk saat keluar dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, kemarin petang. Dalam kompetisi Liga 3 tahun 2017, Aceh United FC berhasil meraih juara tiga dan lolos promosi ke Liga 2 musim depan. 

BANDA ACEH - Skuadra Aceh United Football Club (AUFC) diarak sepanjang perjalanan dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar menuju meuligoe Anjong Mata, kemarin.

Dalam arak-arakan itu, Arianto dkk ikut didampingi sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), pendukung Aceh United, dan keluarga dari para pemain. Laskar Iskandar Muda disambut antusias masyarakat Kota Banda Aceh, dan Aceh Besar ketika menyusuri jalan protokol.

Para pemain dan ofisial diarak menggunakan mobil bak terbuka mulai dari Bandara SIM Blang Bintang melewati bundaran Lambaro, Lueng Bata, Simpang Surabaya dan finish di pendopo Gubernur Aceh. Sejumlah anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Aceh juga bergabung dalam konvoi. Muhammad Taufik Aqsar dkk disambut oleh Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Seperti diketahui, Aceh United sukses merebut juara ketiga dan sekaligus promosi ke Liga 2 musim depan, setelah menang atas PSAD Kodam Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur. Dalam duel di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Jawa Tengah, Minggu (17/12) sore, mereka menang 2-0 berkat gol dari Arianto menit 15, dan Assanur Rijal pada menit 60.

Bukan hanya merebut tiket promosi, klub yang dimiliki HM Zaini Yusuf ST itu juga memborong gelar pemain terbaik bagi Assanur ‘Torres’ Rijal, dan top skor Arianto. Striker jangkung tersebut dinobatkan sebagai pencetak gol setelah melesatkan tujuh gol dari sembilan partai yang mereka lakoni di kompetisi Liga 3 Nasional.

Perjalanan besutan Ansyari Lubis untuk melengkapi kuota 24 peserta Liga 2 musim depan bersama Blitar United, dan Persik Kendal terhitung mengesankan. Mereka hanya satu kali menelan kekalahan 1-2 dari tuan rumah Persik Kendal dalam pertandingan semifinal di Stadion Kebondalem. Sementara hasil imbang dialami ketika bermain dengan Persibo Bojonegoro, 2-2, dalam pertandingan penyisihan Grup B. Selebihnya Heni Musawir dkk selalu mencatat kemenangan.

Dalam kata sambutannya, Nova Iriansyah mengharapkan kepada pengurus dan pelatih agar menggembleng Agus Mulyadi dkk menghadapi laga Liga 2 yang akan bergulir awal tahun 2018. Ia mengakui, Aceh banyak memiliki pemain berbakat, sebagian diantaranya tampil dalam sejumlah klub liga 1 dan Liga 2.

Untuk itu, ia meminta kepada kepala dinas, dan pengusaha untuk mendukung pasukan Aceh United FC ini menghadapi musim kompetisi Liga 2 tahun depan. “Saya meminta kepada kepaka dinas untuk memberikan beasiswa bagi pemain yang masih menempuh pendidikan, sehingga mereka lebih fokus berlatih sepakbola,” ujar Nova Iriansyah

Presiden Aceh United FC, HM Zaini Yusuf ST mengharapkan dukungan Pemerintah Aceh dan seluruh masyarakat. Berbeda dengan Liga 3, kompetisi Liga 2 jauh lebih berat. Karena, banyak klub-klub tangguh yang berlaga di Liga 2, sehingga mereka harus berbenah diri untuk menghadapi bergulirnya kompetisi tahun depan.

Zaini juga mengharapkan Pemerintah Aceh memberikan perhatian yang serius kepada Aceh United FC dalam menghadapi Liga 2 tahun depan. Bukan hanya itu, katanya, target utama untuk tahun depan, mereka lolos ke liga 1 sehingga membutuhkan dukungan biaya yang sangat besar. Ia mengatakan, berhasilnya sebuah tim harus didukung oleh tiga faktor yakni pemain terbaik, pelatih terbaik, dan manajemen terbaik.(min)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help