Pemenang Himne Aceh Terima Hadiah

Pemenang utama dan enam nominasi pemenang sayembara himne Aceh yang dilaksanakan DPRA

Pemenang Himne Aceh Terima Hadiah
PEMENANG utama sayembara himne Aceh, Mahrisal Rubi (tengah) bersama enam nominasi pemenang lainnya, foto bersama usai menerima hadiah dan piagam penghargaan di gedung DPRA, Rabu (20/12). 

BANDA ACEH - Pemenang utama dan enam nominasi pemenang sayembara himne Aceh yang dilaksanakan DPRA, Rabu (20/12), menerima hadiah. Hadiah berupa uang tunai dan piagam penghargaan itu diserahkan Ketua DPRA, Tgk Muharuddin di gedung serbaguna DPRA.

Adapun pemenang utama adalah Mahrisal Rubi dengan judul karyanya Aceh Mulia. Ia dinobatkan sebagai juara pertama setelah terpilih dari tujuh nominasi oleh 15 dewan juri. Atas prestasi itu, Mahrisal berhak atas hadiah uang tunai Rp 100 juta plus penghargaan. Sementara enam nominasi pemenang lainnya masing-masing mendapat uang tunai Rp 20 juta ditambah penghargaan.

Adapun enam nominasi pemenang tersebut adalah Muslizar SPd, CIOFF Aceh (Aidi Kamal), Dandi Bachtiar, Moritza Thaher, Subur Dani, dan Dr Ir Wesli MT. Para nominator ini juga turut hadir saat penyerahan hadiah.

Ketua Steering Commite (SC) Sayembara Himne Aceh, Tgk H Abdullah Saleh, dalam sambutannya mengatakan, penetapan pemenang nominasi dan pemenang utama sayembara himne Aceh sudah melalui proses panjang. “Diawali dengan diskusi awal hingga Banleg DPRA diamanahkan untuk menggelar sayembara, sesuai dengan qanun,” katanya.

Dikatakan, himne Aceh seperti tercantum dalam Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera, Lambang, dan Himne Aceh, merupakan qanun prioritas DPRA pada tahun 2017. Mengacu pada hal itu, pimpinan DPRA menugaskan Badan Legislasi sebagai inisiator untuk menggelar sayembara, guna mencari karya himne terbaik.

“Prosesnya panjang, kita juga dibantu seniman seperti Medya Hus, Sarjev, dan beberapa orang lainnya,” sebut Abdullah. Di DPRA, katanya, juga dibentuk panitia independen yang terdiri atas SC dan OC yang di dalamnya merupakan panitia inti seperti anggota DPRA dan beberapa dari eksternal DPRA. SC dan OC kemudian menetapkan 15 dewan juri yang capable (mampu) di bidang masing-masing untuk menilai himne yang diikutkan oleh peserta.

“Ada 85 karya yang diikutkan. Setelah peserta memaparkan karyanya, dewan juri memilih tujuh nominasi. Akhirnya, dewan juri menetapkan satu pemenag utama,” pungkas Abdullah Saleh.

Ketua DPRA, Tgk Muharuddin dalam sambutannya mengatakan, dengan ditetapkan himne karya Mahrisal Rubi dengan judul ‘Aceh Mulia’ sebagai pemenang utama, otomatis himne tersebut menjadi himne resmi Aceh. “Ini menjadi catatan sejarah yang akan kita wariskan kepada anak cucu kita. Himne ini akan dinyanyikan pada peringatan hari-hari besar Aceh,” kata Muharuddin.

Disebutkan, himne karya Mahrisal nanti akan disempurnakan baik dari segi lirik, musik, dan aspek-aspek lain. Hal itu sesuai dengan perjanjian awal saat peserta menyatakan diri ikut sayembara. “Himne itu akan kita sempurnakan sesuai qanun Aceh,” sebutnya.

Terakhir, Muharuddin menyampaikan terima kasih kepada SC, OC, dan seluruh panitia sayembara himne Aceh, termasuk dewan juri. Begitu juga untuk semua peserta yang sudah mengirim karya-karya terbaiknya. “Himne Aceh yang dipilih ini membawa semangat heroik dan patriotik berdasarkan syariat Islam. Secara keseluruhan, hasil seleksi ini mengacu kepada orisinalitas, nilai agama, filosofis, lirik, musik, dan estetika,” pungkas Muharuddin.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help