Kupi Beungoh

Momentum Uroe Poma, Jangan Sampai Jadi Malin Kundang

Di Indonesia saat ini, masih banyak penerus-penerus si Malin yang tega memenjarakan ibunya demi harta.

Momentum Uroe Poma, Jangan Sampai Jadi Malin Kundang
IST
T. Emy Kurniawan 

Oleh: T. Emy Kurniawan

Setiap tanggal 22 Desember, banyak masyarakat Indonesia, termasuk Aceh, memperingati Hari Ibu. Peringatan ini dilakukan dengan berbagai cara.

Tapi peringatan Hari Ibu ini tidaklah semegah hari besar lainnya, seperti peringatan Hari Kemerdekaan RI (17 Agustus), Hari Pahlawan (10 November) dan hari lainnya.

Penelusuran penulis, peringatan Hari Ibu di berbagai negara dilakukan dengan cara-cara yang berbeda. Di Eropa, peringatan Mother’s Day bertautan juga dengan kebiasaan memuja Dewi Rhea, istri Dewa Kronus, dan ibu para dewa-dewi dalam budaya Yunani kuno.

Di situlah kemudian di negara-negara Eropa Mother’s Day jatuh pada bulan Maret.

Di Amerika Serikat dan sejumlah negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Thailand, Hong Kong, peringatan Mother’s Day jatuh pada Mei.

Karena pada bulan itu di tahun 1879 aktivis Julia Ward Home, mencanangkan pentingnya perempuan bersatu melawan perang saudara. (Lihat: Makna Etis Peringatan Hari Ibu, Koran Republika, 23 Desember 2014)

Momentum Hari Ibu juga tak semegah valentine day seperti yang dilakukan anak-anak muda zaman now. Di mana berlomba mengucapkan dan memberi kado kepada pasangannya.

Tapi adakah kado terindah yang kita berikan kepada Ibu, sebagai tanda terima kasih kita selama ini?

Seperti kita memberikan kado spesial buat pasangan yang belum tentu jadi mahram.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved