Gerakan Anti-LGBT Aceh Dideklarasikan, Ini Pimpinannya

Saat ini GALA sudah mulai dibentuk untuk wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Aceh Jaya, Lhokseumawe, dan Langsa.

Gerakan Anti-LGBT Aceh Dideklarasikan, Ini Pimpinannya
SERAMBI/MUHAMMAD NASIR
Perwakilan ormas Islam dan masyarakat umum menghadiri deklarasi Gerakan anti LGBT Aceh (LAGA), di Gedung Evakuasi Bencana, Gampong Lambung, Ulee Lheue, Banda Aceh, Sabtu (23/12/2017) 

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH –Seratusan perwakilan ormas Islam dan masyarakat umum menghadiri deklarasi Gerakan anti LGBT Aceh (GALA), di Gedung Evakuasi Bencana, Gampong Lambung, Ulee Lheue, Banda Aceh, Sabtu (23/12/2017)

Untuk memimpin gerakan melawan eksistensi LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender/transeksual,) ini, Ketua GALA dipercayakan kepada Saimun, yang juga Ketua Pemuda Gampong Peunayong.

Masyarakat yang hadir dalam deklarasi itu sepakat bahwa LGBT adalah penyakit, yang harus dibina, disembuhkan, dan tidak diberi kesempatan untuk membebaskan LGBT di Aceh.

Baca: Menteri Agama Imbau Masyarakat Tak Jauhi Kelompok LGBT Tapi Dirangkul

Kegiatan deklarasi itu diwarnai dengan tausyiah, yang bertemakan melawan LGBT.

Tausyiah disampaikan oleh Ketua Front Pembela Islam (FPI) Aceh Tgk Muslim At-Thahiri, ulama asal Langsa Tgk Syech Muhajir Usman, Pimpinan Markaz Islah Al-Aziziyah Tgk H Tu Bulqaini Tanjungan dan Tgk Umar Rafsanjani.

Kegiatan juga hadir tokoh pengusaha Akmal Hanif, dan Ketua ISKADA Aceh, Khairul Laweung.

Ketua GALA, Saimun yang didampingi pengurusnya, Wirzaini Usman kemarin mengatakan,  bahwa ke depan mereka akan membentuk GALA untuk tingkat kabupaten/kota.

Baca: Habib Rizieq Shihab Minta FPI Basmi LGBT dan Prostitusi

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved