Tafakur

Keluarga

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya

Keluarga

Oleh: Jarjani Usman

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (QS. At Tahrim: 6).

Keluarga mendapat perhatian khusus dalam ajaran Islam. Hal ini menunjukkan bahwa keluarga jangan dipandang enteng. Ada potensi yang sangat besar dari sebuah keluarga. Tentunya bukan hanya potensi baik, tetapi juga potensi buruk.

Dari sisi baiknya, keluarga adalah masa depan kita untuk hidup di dunia, alam kubur, dan akhirat. Sebagaimana dalam kehidupan sehari-hari, sebuah keluarga yang anak-anaknya sukses menjadi orang baik, alim, pintar, dan taat, akan menjadi masa depan bagi orang tua, saudara-saudaranya, dan bahkan masyarakat. Orang tua akan merasa puas dan bahagia memiliki anak-anak demikian sewaktu masih hidup di dunia, juga akan mengalir pahala jariyah dari doa dan perbuatan baik anak-anaknya.

Sebaliknya, dari sisi buruknya, anak-anak yang berperangai buruk, tidak mau belajar, tidak taat kepada Allah, dan gemar memperturutkan hawa nafsunya, akan menjadi bumerang dan kesengsaraan besar bagi orang tua dan penyakit bagi masyarakat luas. Tidak jarang, karena anak-anak demikian, orang tua menjadi malu, korban pembunuhan dari anaknya sendiri, mengemban banyak dosa, dan bahkan tergiring ke neraka.

Karena itu, bagi kita yang diamanahkan anak-anak sebagai anggota keluarga, perlu berhati-hati dalam mendidik mereka. Sebagaimana diingatkan dalam Alquran, jangan sampai anak-anak dan isteri menyeret kita ke neraka.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help