SerambiIndonesia/
Home »

Sport

Lansia Dirampok dan Tewas Setelah Dibuang ke Sumur

Aisyah (80) diduga dirampok di rumahnya di Desa Cibrek Tunong, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara

Lansia Dirampok dan Tewas Setelah Dibuang ke Sumur
Net
Ilustrasi 

LHOKSEUMAWE - Aisyah (80) diduga dirampok di rumahnya di Desa Cibrek Tunong, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, Jumat (22/12) siang. Pelaku juga membuangnya ke dalam sumur dengan posisi kepala ke bawah. Saat ditemukan dalam sumur, korban masih hidup, namun tak lama setelah mendapatkan perawatan medis di puskesmas setempat, Nek Aisyah meninggal.

Pada tubuh korban ditemukan dua luka, yakni di pipi kanan dan dada. Di bagian dada korban juga ditemukan memar yang sudah membiru. Namun, sejauh ini polisi belum bisa memastikan apakah luka itu akibat perlakuan pelaku atau justru akibat terkena dinding sumur saat korban dibuang pelaku ke dalam sumur.

Empat barang berharga di rumah korban dinyatakan hilang dan sudah didata pihak kepolisian, yakni tiga unit handphone plus sebuah cincin emas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban selama ini hanya tinggal bersama anaknya, Irwan (38) tahun. Siang sebelum kejadian, Irwan pergi ke masjid untuk menunaikan shalat Jumat, sehingga korban tinggal sendirian di rumah.

Saat Irwan pulang seusai shalat Jumat, ia lihat rumah mereka dalam kondisi berantakan. Lalu dia cari ibunya di seputaran rumah dan beberapa tetangga, namun tak ditemukan.

Tak lama kemudian, Irwan bersama tetangga yang ikut mencari Aisyah melihat kaki korban menyembul di dalam sumur yang kedalamannya hanya sekitar tiga meter. Selanjutnya, Irwan bersama tetangganya langsung mengangkat korban dari dalam sumur.

Saat itu korban masih bernapas sehingga langsung dilarikan ke puskemas terdekat. Namun, tak lama kemudian korban pun mengembuskan napas terakhir. Selanjutnya, jenazah dibawa pulang ke rumahnya.

Tak lama berselang, tim Polres Aceh Utara yang dipimpin Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan olah tempat kejadian.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata, melalui Kapolsek Syamtalira Aron Iptu M Jamil menyebutkan, sejauh ini pihaknya masih menyelidiki dan belum bisa dipastikan berapa orang pelakunya. “Total barang korban yang hilang hanya tiga unit handphone dan satu cincin. Apakah ada barang lainnya yang dilarikan pelaku atau tidak belum bisa dipastikan sekarang mengingat kondisi keluarga korban sedang berduka,” ujarnya.

Di samping itu, Iptu M Jamil juga menyebutkan, terkait luka yang dialami korban besar kemungkinan terjadi saat ia dibuang ke dalam sumur, lalu terkena benda keras. “Hal ini masih terus kita dalami,” katanya.

Pembunuhan itu terjadi saat anak korban sedang shalat Jumat. Diperkirakan, pelaku hanya beraksi beberapa menit lalu kemudian korban ditemukan di dalam sumur oleh anaknya sendiri yang baru pulang dari masjid. “Pastinya kita akan terus kembangkan kasus ini dan kita harap bisa secepatnya menangkap pelaku,” demikian Iptu M Jamil. (bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help