SerambiIndonesia/
Home »

Opini

Opini

Setiap Hari, Hari Ibu

aling tidak, itulah kata-kata yang sering diucapkan setiap 22 Desember, upload foto bersama ibu

Setiap Hari, Hari Ibu
Sekda Aceh Singkil, menyuapi istrinya saat peringatan hari ibu, Kamis (21/12/2017) 

Oleh Mirnani Muniruddin Achmad

SELAMAT Hari Ibu! Paling tidak, itulah kata-kata yang sering diucapkan setiap 22 Desember, upload foto bersama ibu dengan caption yang seolah-olah seorang ibu hanya ada satu hari untuk kita hormati, kita sayangi. Seolah-olah setiap orang perlu pengakuan bahwa mereka mencintai ibunya, dan ini hanya terjadi di media sosial, yang mungkin tidak pernah kita praktikkan di dunia nyata.

Sedikit mengingat kilas baliknya perjuangan ibu terhadap anaknya. Bukan tanpa alasan, begitu pentingnya Hari Ibu ini didasari oleh perjuangan seorang ibu yang sangat-sangat tidak bisa digantikan oleh orang lain. Dimulai dari proses kehamilan, melahirkan hingga merawat anak-anaknya dengan penuh kasih sayang. Berikut sedikit perjalanan mengharukan sekaligus menyedihkan seorang wanita dalam menjalani perannya dari mulai dari calon ibu hingga menjadi ibu yang sesungguhnya.

Sejumlah penelitian menyebutkan, ada perubahan hormon mengikuti kehamilan dan kelahiran dalam rangka mempersiapkan perempuan untuk menjadi seorang ibu. Tahapan kehamilan dan pasca-melahirkan adalah tahapan di mana seorang ibu rentan mengalami depresi dalam hidupnya. Keadaan ini disebutkan oleh para peneliti disebabkan oleh adanya fluktuasi hormon dalam tubuhnya. Pada trimester pertama dan terakhir, merupakan saat hormon paling tidak stabil, sehingga berbagai keadaan pada diri perempuan juga ikut bergelombang tidak stabil, termasuk emosi dan suasana hati.

Penuh perjuangan
Masa awal kehamilan adalah saat-saat penuh perjuangan bagi calon ibu. Pada bulan-bulan awal ini, sepertiga dari ibu hamil mengalami mual dan muntah. Tingginya kadar progesteron mengganggu keseimbangan cairan tubuh, dan meningkatkan kolesterol darah. Beberapa perubahan yang terjadi pada ibu hamil di antaranya: Pertama, secara hormonal, terjadi perubahan besar-besaran yang mempengaruhi berbagai sistem tubuh wanita. Sirkuit-sirkuit otaknya melemah saat ia merasakan kantuk dan membuatnya ingin beristirahat dan makan lebih banyak dari biasanya;

Kedua, perubahan fisik dan fisiologis, ada banyak sekali perubahan fisik yang tejadi pada ibu hamil, misalnya saja perbesaran rahim yang menekan kantung kemih yang akan menyebabkan ibu hamil akan sering berkemih, bayangkan dalam sehari ibu hamil harus bolak balik ke kamar mandi belasan kali. Pembesaran kemih juga akan mengubah posturnya, sehingga bahunya akan tertarik ke belakang dan tulang belakangnya akan lebih melengkung. Keadaan ini dapat menyebabkan nyeri punggung pada beberapa perempuan.

Dan, masih banyak lagi perubahan yang terjadi, seperti kram otot, kulit timbul tanda-tanda regangan pada perut (striae gravidarum) dan lain-lain. Seandainya tidak adanya kesabaran seorang ibu, sungguh ini merupakan hal yang sangat menyiksanya. Namun, ibu dengan penuh keikhlasannya telah berhasil melalui hal tersulit dalam hidupnya demi buah hatinya.

Perjuangannya belum berakhir, ketika detik-detik melahirkan yang akan dilalui, sejatinya, tubuh manusia hanya bisa menanggung sampai 45 titik rasa sakit. Namun, pada saat melahirkan, seorang ibu merasakan hingga 57 rasa sakit hal ini setara dengan 20 tulang retak secara bersamaan pada suatu waktu, sungguh perjuangan antara hidup dan mati, subhanallah.

Belum lagi ibu harus menyusui bayinya, setiap kali bersentuhan kulitnya dengan kulit bayinya saat sedang menyusui membuatnya terus merasa dicintai, terikat erat, dan puasa secara emosi maupun fisik. Akan tetapi setiap keuntungan ada timbal baliknya, dan salah satu sisi negatif dari menyusui adalah berupa tidak fokusnya daya mental.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Brezedine, meskipun keadaan otak yang kabur setalah persalinan merupakan hal yang umum, ternyata kegiatan menyusui bisa semakin memperparah, memperlama keadaan loyo ini dan semakin tidak fokus. Bagian-bagian otak yang bertanggung jawab atas fokus dan konsentrasi sedang disibukkan oleh tugas melindungi dan melacak bayi yang baru lahir hingga masa penyapihan.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help