Politisi Berdarah Aceh Tolak Rencana Indonesia Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel

"Ada sekelompok kecil orang Indonesia menganjurkan pemerintah membuka hubungan diplomatik dengan Israel,

Politisi Berdarah Aceh Tolak Rencana Indonesia Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel
ist
Teuku Taufiqulhadi dengan Kapolda Jawa Barat, di Bandung, Kamis (15/12/2016).

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA -- Politisi berdarah Aceh, Teuku Taufiqulhadi menentang rencana dibukanya hubungan diplomatik dengan Israel, seperti yang dianjurkan oleh sekelompok orang di Indonesia.

"Ada sekelompok kecil orang Indonesia menganjurkan pemerintah membuka hubungan diplomatik dengan Israel dalam rangka memainkan peranan dalam perdamaian Israel-Palestina. Itu anjuran yang tidak masuk akal. Saya menantangnya," tukas Teuku Taufiqulhadi yang juga Anggota Komisi III DPR RI, di Jakarta, Senin (25/12/2017).

(Baca: Ingat Gadis Palestina dari Desa Nabi yang Berani Tinju Tentara Israel, Kini Ia dan Ibunya Ditangkap)

Menurut hematnya, jika Indonesia membuka hubugan diplomatik sekarang, bukan saja Indonesia tidak bisa memainkan peranan apa pun sebagai negara penengah, tapi sebaliknya bisa dituduh mendukung pencaplokan Palestina oleh Israel.

"Berargumen bahwa Indonesia dapat memainkan peranan penting dalam perdamaian Palestina dan Israel jika telah ada hubungan diplomatik, itu adalah omong kosong. Sebab walau mungkin Indonesia aktor utama di kawasan Asia Tenggara, tapi jelas bukan aktor penting di Timur Tengah," tukas Teuku Taufiqulhadi.

Ia menyarankan sebaiknya Indonesia menempatkan diri sebagai kekuatan penekan dalam isu perdamaian Timur Tengah.

(Baca: Turki Rencanakan Buka Kedubes di Jerusalem Timur)

"Indonesia bisa bertindak lebih agresif dalam diplomasi untuk mendorong kohesivitas dalan tubuh OKI, dan sekaligus menjadi kekuatan penekan yang lebih kuat," ujar Taufiqulhadi, penulis buku "Satu Kota Tiga Tuhan, Deskripsi Jurnalistik di Jerusalem." (*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help