Home »

Opini

Kupi Beungoh

13 Tahun Tsunami Aceh – Mengenang Muharram M. Nur, Penyambung Hati Nurani Rakyat

Beliau selalu berusaha secara tulus untuk merintis adanya ‘jembatan perdamaian” yang berkeadilan bagi rakyat Aceh secara abadi.

13 Tahun Tsunami Aceh – Mengenang Muharram M. Nur, Penyambung Hati Nurani Rakyat
IST
Aiyub Syah 

Oleh: Aiyub Syah

Rakyat di mana pun berada di muka planet bumi ini, termasuk di kawasan Aceh, sangat memiliki cita-cita dan harapan yang tinggi pada terciptanya suatu kehidupan yang adil, makmur, damai, bermartabat, dan berperadaban tinggi, di kawasan lingkungannya berdomisili.

Harapan dan cita-cita tinggi rakyat tersebut, umumnya banyak disampaikan oleh mayoritas rakyat pada kalangan insan pers atau jurnalis.

Karena jurnalis yang profesional, jujur, amanah dan independen, pada dasarnya dapat memiliki intuisi untuk menyambung hati nurani rakyat itu, melalui pena atau karya jurnalistiknya.

Hari ini, 26 Desember 2017 ini, bertepatan dengan 13 tahun musibah tsunami, penulis berikhtiar untuk menulis sebuah artikel mengenai kepiawaian sikap almarhum Muharram M Nur, yang hingga akhir hayatnya berstatus wartawan Harian Serambi Indonesia.

(Baca: 13 Tahun Tsunami – Alumni Magister Kebencanaan Unsyiah Usul Peringatan Tsunami Jadi Agenda Nasional)

Bagi saya, Bang Muharram M Nur yang jasadnya hilang dalam tagedi tsunami 13 tahun lalu, adalah jurnalis senior Aceh yang pesan-pesannya masih hidup sampai sekarang.

Bang Muharram telah memberikan jasa-jasanya yang besar bagi rakyat Aceh, melalui ketajaman pena jurnalismenya yang bernilai insan kamil.

Beliau selalu berusaha secara tulus untuk merintis adanya ‘jembatan perdamaian” yang berkeadilan bagi rakyat Aceh secara abadi.

Beliau telah menjadi penyambung ‘hati nurani rakyat Aceh’, melalui aktivitas jurnalismenya yang bersikap humanis, etis, bernilai spiritualitas tinggi, dan realitis, serta selalu ingin bersikap independen.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help