Home »

Opini

Opini

Jangan Pernah Lupakan Sejarah

PERINGATAN 13 tahun bencana gempa dan tsunami Aceh tahun ini, 26 Desember 2017 bertepatan 7 Rabiul Akhir 1439 H

Jangan Pernah Lupakan Sejarah
GOOGLE
Screenshot Tsunami Aceh 2004 

(Refleksi Tsunami Aceh, 26 Desember 2004)

Oleh Faizal Adriansyah

PERINGATAN 13 tahun bencana gempa dan tsunami Aceh tahun ini, 26 Desember 2017 bertepatan 7 Rabiul Akhir 1439 H. Bagi kaum muslimin di Aceh peringatan tsunami tahun ini terasa lain, dibandingkan dengan peringatan tahun-tahun sebelumnya. Karena saat ini masyarakat Aceh masih dalam suasana memperingati kelahiran Nabi Muhammad saw.

Inilah mungkin satu hal yang membedakan Aceh dengan daerah lain, karena peringatan Maulid Nabi Muhammad saw tidak hanya diperingati di bulan Rabiul Awal saja. Tapi sampai tiga bulan ke depan masyarakat Aceh masih terus melaksanakan upacara peringataan kelahiran Nabi Muhammad saw.

Terkait dengan peringatan maulid kita teringat dengan peristiwa besar menjelang kelahiran manusia agung, Nabi Muhammad saw, yaitu penyerangan tentara bergajah yang dipimpin oleh seorang raja yang bernama Abrahah dari Habsyi Yaman. Ia memimpin 60 ribu tentara yang sebagian menunggang gajah dengan tujuan ingin menghancurkan Kakbah dan memindahkan pusat peribadatan ke negeri Yaman.

Di sana Abrahah sudah menyiapkan bangunan sebagai rumah ibadah yang indah dengan harapan para penziarah beralih meninggalkan Kakbah. Abrahah menuju Mekkah memimpin pasukannya dengan menunggang gajah. Gajah adalah simbol kekuasaan dan kebesaran pada masa itu. Itulah sebabnya ia menunggang gajah untuk menunjukkan keperkasaan dan memberi rasa takut pada wilayah yang dilewati.

Sejarah mencatat bahwa akhirnya semua pasukan bergajah dihancurkan oleh Allah sebelum sempat menyentuh Kabah. Mereka mati dengan mengenaskan, tubuhnya rusak seperti daun yang dimakan ulat, setelah dilontar batu oleh serombongan burung sebagai bala-tentara Allah Swt. Tahun peristiwa terjadinya serangan pasukan bergajah ini adalah tahun di mana Nabi Muhammad saw dilahirkan pada 12 Rabiul Awal tahun Gajah.

Melupakan sejarah
Waktu terus berjalan, manusia sudah melupakan sejarah besar tersebut seiring dengan kesibukan dan aktivitas kehidupan. Empat puluh tahun kemudian setelah peristiwa serangan tentara bergajah tersebut Allah mengangkat Muhammad bin Abdullah menjadi rasul pada malam 17 Ramadhan di Gua Hira. Nabi Muhammad adalah seorang laki-laki sederhana, namun berakhlak mulia.

Sejarah hidupnya terekam dengan sangat jelas sejak ia lahir, masa kanak-kanak dan masa remajanya yang bersih dari kemusyirikan dan perilaku akhlak tercela pada masa itu. Bahkan ia satu-satunya orang yang mendapat gelar terhormat, al-amin yang ditabalkan pada nama belakangnya oleh tokoh-tokoh Quraisy karena kemuliaan akhlaknya dan kepribadiannya yang mempesona. Sehingga ia dikenal dengan nama Muhammad al-Amin.

Peristiwa serangan tentara bergajah telah terlupakan, sampai saatnya Allah Swt kemudian menurunkan firman-Nya kepada Nabi Muhammad saw, “Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Kakbah) itu sia-sia? Dan, Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong. Yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar. Lalu, Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).” (QS. al-Fil: 1-5).

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help