Orang Religius Lebih Sehat dan Hidup Lama, Ini Penjelasan Menurut Sains

Kini para ilmuwan sosial mungkin telah menemukan alasannya. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Evolutionary Psychological Science

Orang Religius Lebih Sehat dan Hidup Lama, Ini Penjelasan Menurut Sains
THINKSTOCK.COM
Ilustrasi berdoa 

Para peneliti kemudian menemukan bahwa tingkat kidal yang lebih tinggi pada penganut ateisme daripada penganut kebanyakan agama besar.

Ini mungkin disebabkan oleh karena seleksi alam melawan mutasi gen yang menjadi kurang intens. Akhirnya, secara tidak langsung penganut religiusitas makin jarang.

Baca: Kisah Wanita Ateis Tinggal Bersama Keluarga Muslim, Pengakuannya Mengejutkan!

"Sementara penganut religiusitas memperjuangkan orang on-religius, tapi jumlah penduduk religius justru makin menyusut karena seleksi alamnya semakin melemah," kata Dutton.

Awal tahun ini, Dutton dan koleganya juga mengidentifikasi hubungan antara kecerdasan dan atheisme. Dia memprediksi bahwa, pada akhirnya, kecerdasan dan atheisme akan sama-sama hilang oleh kembalinya seleksi alam secara bertahap.

Dutton menjelaskan, "Kita akan diambil alih oleh masyarakat yang lebih religius yang lebih etnosentris (kelompok orang yang memegang keyakinan yang sama) daripada kita. Karena kecerdasan kita menurun, saya menduga peradaban akan mundur, seleksi alam akan kembali dan kita akan menjadi lebih religius sekali lagi. Hal ini nampaknya merupakan aturan sejarah."

Artikel ini telah ditayangkan pada kompas.com dengan judul : Sains Jelaskan Kenapa Orang Religius Lebih Sehat dan Hidup Lama

Editor: Fatimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved