Citizen Reporter

Cuti Melahirkan Setahun di Norwegia

SAAT ini saya sedang berada di Norwegia menghadiri undangan rapat dari Hedmark University Aplied Science selama tiga

Cuti Melahirkan Setahun di Norwegia
SUWARNI MPH

OLEH SUWARNI MPH, Staf Bappeda Aceh Jaya dan mantan Kadis Kesehatan Aceh Jaya dan Kota Sabang, melaporkan dari Norwegia

SAAT ini saya sedang berada di Norwegia menghadiri undangan rapat dari Hedmark University Aplied Science selama tiga hari tentang pengembangan kerja sama dalam capacity building keperawatan dan kesehatan Aceh.

Dalam kesempatan ini saya ingin berbagi ilmu dan pengalaman di Norwegia tentang “Mendukung program ASI eksklusif serta merawat bayi baru lahir Pemerintah Norwegia memberikan cuti melahirkan selama satu tahun bagi pegawai wanita”.

Norwegia adalah salah satu Skandinavia dengan luas wilayah 385.525 km2 dengan jumlah penduduk sekitar 4,9 juta adalah negara peringkat I terbaik menjaga keselamatan ibu dan anak dengan jumlah kematian ibu dan bayi yang sangat rendah (Laporan Save the Children tahun 2015).

Pemberian air susu ibu secara eksklusif selama enam bulan kepada bayi baru lahir merupakan salah satu upaya agar bayi mendapatkan asupan nutrisi secara adequat. Juga memberi kesempatan yang lebih kepada ibu yang bekerja untuk merawat bayinya secara langsung di Norwegia hal tersebut sudah dilaksanakan sejak tahun 1993 yang dibuat dalam regulasi.

Dalam regulasi tersebut diatur bahwa pemerintah memberikan cuti pada orang tua yang mempunyai anak pada usia satu tahun ke bawah: yaitu kepada ibu diberikan cuti selama satu tahun dan kepada suami diberikan cuti selama 10 mg dan selama cuti pegawai yang bersangkutan diberikan gaji serta tunjangan lain secara penuh, pemberian cuti tersebut bertujuan agar si ibu mempunyai waktu yang banyak untuk merawat bayinya dan memberikan ASI secara eksklusif (pemberian ASI saja sebagai makanan bayi baru lahir selama enam bulan).

Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam ASI mengandung banyak zat makanan yang sangat berguna untuk tumbuh kembang anak. Selain itu, kebijakan tersebut dibuat oleh Pemerintah Norwegia agar si ibu bisa merawat bayinya yang masih rentan terhadap masalah kesehatan serta memonitor tumbuh kembangnya agar berjalan secara normal dan si ibu tidak merasa terbebani secara finansial karena selama cuti gajinya tidak dipotong.

Jika kita hubungkan dengan masalah kesehatan ibu dan bayi di Norwegia dan Indonesia sangatlah jauh berbeda. Di Norwegia jumlah kematian ibu dan bayi sangatlah rendah dan demikian juga dengan kasus gizi buruk sangat jarang ditemukan.

Jika kita bandingkan luas wilayah dan populasi Indonesia dan Norwegia memang jauh berbeda. Akan tetapi, kita bisa melihat dalam skop yang lebih kecil, yaitu jumlah populasi Norwegia dengan populasi Aceh, tentunya kebijakan otonomi daerah dalam bidang kesehatan dapat digunakan. Akan tetapi, hal itu dapat mengatasi berbagai masalah kesehatan, antara lain, dalam kesehatan ibu dan anak seperti jumlah kasus kematian ibu dan bayi serta kasus gizi buruk dan kurang gizi.

Salah satu faktor yang memungkinkan tingginya masalah adalah pola asuh orang tua, antara lain, karena ibu tidak memberikan ASI secara eksklusif dan merawat bayinya dengan baik.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved