Ini Risiko Perekonomian Indonesia Jangka Pendek yang Harus Diwaspadai

bank sentral juga masih mewaspadai sejumlah risiko yang dihadapi Indonesia dalam jangka pendek.

Ini Risiko Perekonomian Indonesia Jangka Pendek yang Harus Diwaspadai
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo.(Dok Bank Indonesia) 

SERAMBINEWS.COM - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,05 persen pada tahun 2017.

Proyeksi tersebut didasarkan pada solidnya pertumbuhan investasi dan ekspor.

Meskipun demikian, bank sentral juga masih mewaspadai sejumlah risiko yang dihadapi Indonesia dalam jangka pendek.

Baca: Alumni Fakultas Ekonomi Unsyiah Resmikan Kantor Baru di Jakarta

Risiko tersebut berasal baik dari sisi global maupun domestik.

Gubernur BI Agus DW Martowardojo menyebut, sejumlah risiko global yang muncul antara lain pemulihan ekonomi global yang tidak sesuai dengan perkiraan.

Selain itu, ada juga sejumlah normalisasi kebijakan moneter yang dilakukan oleh negara-negara maju.

"Negara maju, khususnya AS sudah melakukan normalisasi kebijakan moneter, Desember 2017 sudah menaikkan FFR (Fed Fund Rate/suku bunga acuan AS)," kata Agus pada konferensi pers akhir tahun di Kompleks Perkantoran BI, Kamis (28/12/2017).

Baca: Belajar Ekonomi Kreatif di Boston

Baca juga: 56 Persen Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Disumbang oleh Konsumsi

Halaman
12
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help