SerambiIndonesia/

Irwandi: Itu Murni untuk Kepentingan Aceh

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menegaskan, usulannya untuk pembelian tujuh unit pesawat terbang

Irwandi: Itu Murni untuk Kepentingan Aceh
DOK SERAMBINEWS.COM
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf 

BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menegaskan, usulannya untuk pembelian tujuh unit pesawat terbang semata-mata untuk kepentingan pengawasan wilayah Aceh, terutama untuk patroli kelautan, hutan, dan bencana alam. “Meski demikian, pengadaannya baru bisa dilakukan setelah DPRA menyetujui pengalokasian anggarannya,” kata Irwandi Yusuf menjawab Serambi usai Rapim Evaluasi APBA 2017 di P2K Setda Aceh, Senin (26/12).

Program pengadaan tujuh unit pesawat terbang itu, menurutnya, dilakukan dalam waktu dua tahun anggaran. Satu unit, karena harganya mencapai Rp 21 miliar dilakukan pada 2018. Jenis yang mau dibeli adalah pesawat Daimond 62 terbaru berpenumpang tujuh orang termasuk dua orang operator buatan Austria.

Enam pesawat lagi, kata Irwandi, diprogramkan tahun 2019. Jenis pesawat yang akan dibeli untuk dua orang operator saja, seperti pesawat terbang yang digunakannya selama ini. Pesawat itu buatan Slovakia dan harganya relatif terjangkau Rp 2,4 miliar/unit. Total harga enam unit Rp 14,4 miliar.

Alasan membeli banyak pesawat patroli laut dan hutan dengan model terbaru, kata Irwandi karena wilayah laut dan hutan Aceh sangat luas. Di Aceh banyak terdapat lapangan terbang, pesawat itu nanti ditempatkan menurut wilayah yang akan diawasi.

Aceh, lanjut Irwandi juga daerah rawan bencana alam gempa, longsor, banjir, dan lainnya. Aceh memiliki banyak hutan lindung, hutan produksi, TNGL, dan hutan konservasi. Lautan Aceh luas dan banyak ikan bernilai jual ekonomi tinggi, karena berbatasan dengan Samudera Hindia dan Selat Malaka. “SDA hutan dan laut Aceh jadi incaran pihak asing. Karena itu kita perlu mengawasinya secara maksimal melalaui udara, secra intensif dan terjadwal,” katanya.

Kalau untuk kepentingan pribadi, kata Irwandi, sebelum jadi gubernur dirinya sudah memiliki pesawat pribadi. Akibat dia membeli pesawat pribadi, sudah beberapa orang pengusaha di Aceh juga membeli pesawat pribadi seperti yang dimilikinya. Alasan mereka untuk mobilitas kecepatan bisnis yang telah ada dan akan dirintis di wilayah Aceh.

Dalam Perubahan APBA 2017, kata Irwandi, TAPA sudah pernah mengusulkan program pengadaan pesawat dengan cara mengalokasikan dana panjar beli pesawat. Tapi, anggota DPRA minta spek dan jenis pesawat yang mau dibeli. Namun, Pemerintah Aceh saat itu belum memiliki spek jenis pesawat yang mau dibeli dan harga satuannya. “DPRA tidak menyetujui usulan untuk pembayaran uang muka beli pesawat Rp 10 miliar yang diajukan TAPA tapi hanya mengusulkan dana Rp 1 miliar untuk studi kelayakannya,” ujarnya.

Irwandi menegaskan, misi pengadaan beli pesawat terbang itu bukan untuk kepentingan pribadinya karena dirinya sudah memiliki pesawat pribadi. “Program itu murni untuk pengawasan laut dan hutan Aceh serta percepatan pelayanan pemerintahan dan kebencanaan,” demikian Irwandi Yusuf.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help