Tafakur

Mengenang Saudara

Banyak orang merasa penyesalan saat mengenang saudara-saudaranya yang telah meninggal dunia

Mengenang Saudara

Oleh Jarjani Usman

“Tidak beriman seorang muslim itu sehingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai buat dirinya” (HR. al-Bukhari).

Banyak orang merasa penyesalan saat mengenang saudara-saudaranya yang telah meninggal dunia. Misalnya, menyesal karena orang yang dikenang telah terlebih dahulu pergi untuk selama-lamanya tetapi tak sempat berbuat baik kepadanya. Penyesalan itu sudah sangat terlambat. Dan sebenarnya kalau mengikuti petunjuk dalam Islam, insya Allah penyesalan itu tak akan terjadi.

Soalnya, Islam menyuruh kita untuk senantiasa berbuat baik dengan sesama saudara. Cakupan saudara juga diperluas. Bukan hanya saudara se-ayah se-ibu, se-nenek, se-kampung, atau se-kecamatan, se-negeri, tetapi juga saudara dengan sesama iman lintas negara. Bahkan dengan sesama manusia.

Tentunya berbuat baik sangat utama dilakukan sewaktu masih hidup di dunia. Dampaknya bukan hanya terhadap individu, tetapi juga terhadap umat atau negeri. Suatu negeri yang dihuni oleh penduduk yang menjunjung tinggi tali persaudaraan, akan nyaman dan damai.

Bila suatu negeri demikian, akan tercipta saling bantu-membantu-membantu satu sama lain. Kalaupun harus terpisah karena sesuatu hal, seperti kematian, dalam kesedihan masih tersisa rasa senang di hati karena pernah berbuat baik kepadanya. Sebaliknya, bila saling membenci, saat kematiannya bisa muncul rasa menyesal karena belum sempat meminta maaf.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help