SerambiIndonesia/

Merokok di Mobil Tetap Saja Sangat Berbahaya Meski Jendelanya Dibuka

Bahaya yang dimaksud tentunya lebih mengacu pada penumpang yang duduk di bangku belakang, yakni umumnya anak-anak.

Merokok di Mobil Tetap Saja Sangat Berbahaya Meski Jendelanya Dibuka
Worldcarfans
Ilustrasi merokok di kabin dengan anak kecil. 

SERAMBINEWS.COM - Beberapa orang mungkin berpikir kalau merokok di mobil, asalkan membuka jendela, pasti lebih aman.

Kenyataannya, menurut laporan jurnal Tabacco Control di Skotlandia, merokok di dalam mobil tetap menciptakan polusi di luar batas aman yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), meski jendela terbuka dan pendingin udara hidup.

Bahkan, walaupun pengemudi hanya merokok satu kali dalam satu perjalanan, angka polusi tetap melewati batas aman.

Bahaya yang dimaksud tentunya lebih mengacu pada penumpang yang duduk di bangku belakang, yakni umumnya anak-anak.

Baca: Waduh! Makan Kuning Telur Ternyata Sama Bahayanya Dengan Merokok, kok Bisa?

Padahal menurut laporan yang sama, anak-anak dianggap paling rentan terhadap paparan asap rokok.

Karena selain mereka memiliki tarikan napas lebih cepat dan sistem kekebalan tubuh lebih sedikit, menghindari asap rokok di dalam mobil tentu lebih sulit dibanding di area terbuka.

Diperkirakan setiap tahun ada lebih dari 20.000 kasus infeksi pernapasan pada anak-anak, 200 kasus meningitis bakteri, dan 40 bayi meninggal mendadak karena menjadi perokok pasif.

Baca: WHO: Di China 200 Juta Orang Mati dan Miskin Akibat Merokok

Karena itu, akan lebih baik jika kita lebih memperhatikan kesehatan saat di dalam mobil.

Seperti yang sudah kita bahas di atas, dari komponen bahan interior mobil saja sudah bisa mengganggu kesehatan.

Jadi rasanya tidak perlu kita tambahkan lagi “racun” dari asap rokok.

Selain lebih sehat, interior dan langit-langit mobil pun tidak cepat kusam akibat asap rokok.

Artikel ini telah ditayangkan pada Intisari Online dengan judul : Waspadalah! Merokok di Mobil Sangat Berbahaya Meski Jendelanya Dibuka

Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help