Mihrab

Aceh Harapan Kebangkitan Islam

Penerapan syariat Islam di Provinsi Aceh bisa menjadi suatu harapan bagi umat untuk kebangkitan Islam

Aceh Harapan Kebangkitan Islam
PRESIDEN PUSTA Al-Fathani Darussalam, Thailand, Tuan Guru Dr. Ismail Ishaq bin Jasmit (kiri) dan Datuk Ustaz Mohd Nizam Kamaruzzaman dari Malaysia, mengisi pengajian KWPSI, di Banda Aceh, Rabu (27/12) malam. 

Penerapan syariat Islam di Provinsi Aceh bisa menjadi suatu harapan bagi umat untuk kebangkitan Islam di Nusantara, bahkan Asia Tenggara. Hal ini karena ajaran syariat Islam yang telah dijalankan sejak ratusan tahun silam pada zaman Kerajaan Aceh Darussalam, masih terus dipertahankan oleh masyarakat muslim di daerah berjuluk Serambi Mekkah ini.

Pendapat itu disampaikan dua ulama negeri jiran, Malaysia dan Thailand, saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Jeulingke, Rabu (27/12) malam. Keduanya adalah Alfadhil Datuk Ustaz Mohd Nizam Kamaruzzaman (Malaysia) dan Tuan Guru Dr. Ismail Ishaq bin Jasmit, Presiden PUSTA Al-Fathani Darussalam, Thailand.

“Aceh ini negeri syariat yang telah menjalankan hukum dan ajaran Islam sejak dulu dalam kehidupan sehari-hari. Ini bisa menjadi suatu harapan bagi kita semua untuk kejayaan dan kebangkitan Islam dimulai dari Aceh untuk Nusantara dan Asia Tenggara,” ujar Dr. Ismail Ishaq Jasmit.

Menurutnya, selama beberapa hari dirinya berada di Aceh untuk memenuhi undangan panitia Zikir Internasional dalam rangka peringatan 13 tahun tsunami, sangat kental terlihat suasana islami dalam kehidupan masyarakat. Antara lain, para perempuan menutup aurat, masyarakat menuju masjid untuk shalat berjamaah saat azan berkumandang, keramahan masyarakat yang menjaga silaturrahmi, termasuk saat lautan manusia yang mengikuti Zikir Internasional dan tausiyah oleh Ustaz Abdul Somad.

“Saya sampai merinding dan sangat terharu melihat semangat umat Islam Aceh menjalankan syariat. Setiap perempuan yang nampak di tempat umum, pasti menutup aurat. Kapan daerah kami Patani di Thailand bisa berbuat seperti Aceh, kami ingin seperti Aceh untuk bisa menjalankan Islam,” terangnya.

Sementara ulama dari Malaysia, Alfadhil Datuk Ustaz Mohd Nizam Kamaruzzaman menyebutkan syariat Islam yang berjalan dengan sungguh-sungguh pasti akan membawa kemuliaan bagi masyarakat Aceh dengan berbagai kelebihan yang diberikan Allah SWT.

Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Alqur’an Surat Al-Mujadalah ayat 11 yang artinya, “Allah akan meninggikan beberapa derajat orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.

“Hanya orang-orang beriman saja yang menjalankan syariat Islam sebagai bentuk ketaqwaan kepada Allah. Untuk ini juga diperlukan ilmu agama untuk mengamalkan syariat,” terangnya.

Pada akhir pengajian tersebut, ulama Malaysia ini juga mengajak umat Islam Aceh untuk terus memperharui (mujaddid) semangat dalam beragama dan menjalankan syariat. “Perbaharui semangat dalam beragama dengan itqan (sungguh-sungguh) dan terus istiqamah,” pesannya.(nal/*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help