SerambiIndonesia/

Dua Hari Lagi Masuk Pergantian Tahun, Masyarakat Abdya Diserukan tak Rayakan Tahun Baru 2018

Kegiatan yang diimbau tidak dilakukan seperti membakar kembang api atau mercon, musik dan hiburan lainnya serta balapan liar.

Dua Hari Lagi Masuk Pergantian Tahun, Masyarakat Abdya Diserukan tak Rayakan Tahun Baru 2018
SERAMBI/AZHARI
Ilustrasi 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Tahun 2017 hanya tinggal dua hari, kemudian masuk tahun 2018 Masehi.

Masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), diimbau agar tidak merayakan tahun baru Masehi di malam 1 Januari 2018.

Kegiatan yang diimbau tidak dilakukan seperti membakar kembang api atau mercon, musik dan hiburan lainnya serta balapan liar. 

Imbuan tersebut dituangkan dalam seruan bersama, ditandatangani Kepala Kankemenag, Drs H Arijal MSi, Kepala Dinas Syariat Islam, Adnan SH, Ketua MPU, Tgk Muhammad Dahlan dan  Kepala KUA Blangpidie, Muhammad Slamet SAg MM.

Sejumlah ormas Islam di Abdya juga meneken seruan bersama tersebut. Seperti, Ketua MPTT, Rajuddin SPd MM, Ketua PD Muhammadiyah, Ir Mismaruddin Mahdi, Ketua Inshafuddin, Tgk TR Kamaluddin dan Ketua HUDA, Tgk Muhammad Qudusi. 

(Baca: Wali Kota Larang Warga Rayakan Tahun Baru)

Seruan bersama  diawali dengan mengutip surat Ali Imran ayat 85 dan Hadis riwayat Tirmizi yang artinya ‘Sebagian kebagusan Agama Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tiada penting di dalam Islam’.

Kemudian, Kitab Majelis As-Suniyah hal 37 yang artinya ‘Maka sesungguhnya syaitan itu rela terhadap seseorang yang menyiakan umurnya tanpa faedah bagi ilmunya (di dalam Islam)’.

Sekretaris MPU Abdya, Mukhtaruddin kepada Serambinewews.com, Jumat (29/12/2017) menjelaskan, seruan bersama tersebut merupakan salah satu hasil rapat bersama dengan ormas Islam di Kantor Sekretariat MPU tanggal 27 Desember 2017.

Kemudian seruan dimaksud dikirim ke seluruh camat dan diteruskan kepada keuchik untuk diumumkan kepada seluruh masyarakat setempat. (*)           

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help