Opini

Masjid Tanggap Bencana

MASYARAKAT Aceh memiliki keterikatan yang erat dengan masjid. Masjid tidak hanya menjadi sentral peribadatan

Masjid Tanggap Bencana
MASJID Baiturrahim Ulee Lheue. 

Oleh Shylvana Adella

MASYARAKAT Aceh memiliki keterikatan yang erat dengan masjid. Masjid tidak hanya menjadi sentral peribadatan, juga berfungsi sebagai pusat sosialisasi masyarakat. Mulai dari kegiatan peringatan hari besar Islam, rapat penting gampong sampai dengan pelayanan serta penyuluhan kesehatan, termasuk sunatan massal juga dapat dilaksanakan di masjid. Dalam situasi bencana, masjid juga punya peran strategis dan sering menjadi tujuan pertama masyarakat untuk menyelamatkan diri.

Keterikatan masyarakat Aceh terhadap masjid ini merupakan suatu komponen penting dalam manajemen bencana. Masjid dapat difungsikan menjadi titik evakuasi dan titik pengungsian dikarenakan masih tingginya kepercayaan masyarakat Aceh untuk lari menyelamatkan diri ke masjid ketika terjadi suatu bencana dari pada ke tempat lainnya. Namun, perlu dilakukan beberapa penyesuaian dan peningkatan kapasitas agar masjid berfungsi maksimal dalam penanggulangan bencana. Berkaca pada tragedi gempa dan tsunami 26 Desember 2004, masjid tidak berfungsi optimal sebagai pusat pengungsian dan rumah sakit darurat.

Bencana sangat berkaitan dengan keselamatan nyawa manusia, sehingga menurut UU No.24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Pasal 5 menyebutkan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab dari pemerintah dan juga pemerintah daerah.

Mengapa masjid?
Pertama, masjid memiliki arsitektur yang tahan gempa dan juga tsunami dengan struktur bangunan yang relatif lebih kuat. Desain masjid yang terdiri dari banyak tiang penyangga besar, ruangan yang luas, tidak banyak memiliki dinding, serta jumlah pintu dan jendela yang banyak dapat mengurangi daya rusak/tekanan air gelombang tsunami dan banjir bandang. Struktur masjid juga terbukti kuat karena disusun oleh material dan bahan terbaik.

Hal itu menjelaskan kepada kita bahwa banyaknya masjid yang masih berdiri tegak pascagempa dan tsunami 2004. Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, misalnya, menjadi tempat ribuan orang menyelamatkan diri ketika terjadi gempa dahsyat dan tsunami. Bahkan, Masjid Baiturrahim yang terletak sekitar 100 meter dari garis pantai di kawasan Uleelheue Banda Aceh juga masih berdiri kokoh sampai sekarang.

Kedua, masjid umumnya memiliki perkarangan yang luas sehingga dapat menampung jumlah pengungsi dalam jumlah besar. Tenda dan shelter untuk pengungsi dapat dibangun dan difungsikan segera. Masjid juga dilengkapi sarana MCK, air bersih, bahkan peralatan memasak berkapasitas besar yang mampu mengakomodir ratusan hingga ribuan orang dalam waktu bersamaan.

Ketiga, mesjid merupakan landmark suatu gampong atau wilayah sehingga mudah untuk dicari dan cocok sebagai pusat evakuasi. Tanpa perlu GPS ataupun peta online yang tidak berfungsi pada keadaan bencana, masyarakat umum maupun tim relawan dari luar dapat menemukan lokasi mesjid pengungsian dengan mudah. Dengan demikian, proses penyaluran dan distribusi bantuan dapat lebih efesien, efektif, dan merata sehingga korban bencana seluruhnya mendapatkan bantuan logistic.

Keempat, rumah sakit darurat dapat didirikan di mesjid. Mesjid memiliki ruangan yang besar dengan kebersihan yang terjaga dapat dijadikan ruang pengobatan darurat dan bahkan ruang operasi darurat pada saat yang dibutuhkan jika rumah sakit yang ada rusak ataupun tidak dapat difungsikan. Dengan ruangan utama yang luas, bilik pengobatan dapat mudah dibuat dengan menambahkan sekat-sekat seperti ruangan IGD.

Dan, kelima, pengurus masjid termasuk imam dan remaja mesjid dapat menfasilitasi kegiatan psikososial dan trauma healing berbasis Alquran yang sangat dibutuhkan oleh para korban bencana. Hal ini tentu saja sulit dapat dilakukan pada fasilitas lain, seperti sekolah maupun rumah sakit. Selain itu diharapkan pengungsi dapat beribadah dengan maksimal, sehingga membantu mereka pulih dengan lebih cepat.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help