SerambiIndonesia/
Home »

Opini

Kupi Beungoh

Tiga Bulan Maulid Nabi, Peluang Menciptakan Citra Positif Raja-Raja Daerah

Seluruh komponen masyarakat harus memaafkan dan memaklumi kepala daerahnya apabila tidak dapat menghadiri undangan.

Tiga Bulan Maulid Nabi, Peluang Menciptakan Citra Positif Raja-Raja Daerah
IST
Fajar Riski 

Oleh Fajar Riski

Tren positif Maulid Nabi yang berlangsung selama tiga bulan di Aceh merupakan bentuk sikap kecintaan kepada Rasulullah saw.

Selain untuk meningkatkan rasa cinta kepadanya oleh seluruh umat muslim, perayaan maulid Nabi Muhammad saw. juga merupakan peluang menciptakan citra positif para pemimpin-peminpin daerah serta pencitraan oleh orang-orang yang memiliki kepentingan, jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang.

Maulid Nabi di Aceh  merupakan tradisi besar. Hal ini dikarenakan kegiatan tersebut bukan hanya dilakukan oleh pemerintahan, tetapi masyarakat disetiap gampong di Provinsi Aceh juga melaksanakan kegiatan serupa.

Penghormatan terhadap kekasih Allah itu berlangsung sejak 12 Rabiul Awal hingga akhir bulan Jumadil Akhir.

Pelaksanaannya pun berlangsung sepanjang bulan. Sehingga tidak terlewatkan kegiatan Maulid Nabi oleh seluruh masyarakat Aceh.

Pimpinan daerah yang memiliki fungsi dan tugas pokok untuk memajukan daerahnya dari berbagai aspek, demi terwujudnya kesejahteraan sosial dan juga sebagai pelayan masyarakat dibuat lalai akan hal ini.

Setiap perayaan Maulid Nabi, puluhan bahkan ratusan surat undangan untuk menghadiri seremonial datang dari berbagai pihak.

Undangan yang diterima bervariasi. Ada yang dari kabupaten/kota, instansi-instansi, kecamatan, dan dari gampong.

Kehadiran pimpinan daerah dalam  kegiatan perayaan Maulid Nabi wajib kita apresiasi bersama.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help