Tafakur

Hura hura

Di penghujung tahun Masehi, banyak orang berhajat menenggelamkan diri dalam perbuatan-perbuatan yang sifatnya

Hura hura

Oleh: Jarjani Usman

“Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur” (QS. Al-’Araf: 10).

Di penghujung tahun Masehi, banyak orang berhajat menenggelamkan diri dalam perbuatan-perbuatan yang sifatnya hura-hura. Tak sedikit di antaranya malah melakukan hal-hal yang bersifat maksiat. Tak peduli berapa banyak harta dan umur dihabiskan untuk itu. Padahal kedua macam perbuatan itu sangat disenangi setan, sehingga tak akan dilakukan kecuali oleh orang-orang yang lalai dalam mengingat Allah.

Berbeda dengan orang-orang yang lalai, orang-orang yang senantiasa mengingat Allah akan menyempatkan diri untuk bersyukur. Bersyukur sebanyak-banyaknya terhadap segala yang telah dinikmati selama ini, baik yang disadari maupun yang tidak. Termasuk di antaranya pikiran waras. Kita masih diberikan kesempatan untuk menikmati pikiran waras selama ini, di saat banyak orang lain kehilangan anugerah yang amat penting itu.

Betapa banyak dan besar kehilangan dalam hidup ini seandainya pikiran waras dicabut beberapa saat, setahun, atau bertahun-tahun hingga akhir hayat. Termasuk di antaranya kehilangan kesempatan untuk menikmati hidup secara normal, mengembangkan kemampuan diri, mencari kekayaan, dan lain-lain. Semua yang telah diraih ini sangat keterlaluan bila dijadikan sebagai alat atau pendukung untuk bermaksiat kepada Allah.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help