Jangan Lewatkan, Ini 7 Fenomena Langit yang Diprediksi Terjadi Pada 2018

Kita tidak akan melihat gerhana matahari total lagi di 2018. Meskipun begitu, ada tiga gerhana matahari sebagian dan dua gerhana bulan total

Jangan Lewatkan, Ini 7 Fenomena Langit yang Diprediksi Terjadi Pada 2018
Foto multiple exposure (beberapa foto dalam satu satu frame) saat gerhana matahari dari Gedung Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC), Ulee Lheue, Banda Aceh, Rabu (9/3/2016). SERAMBI/M ANSHAR 

SERAMBINEWS.COM- Hidup akan berjalan seperti biasa di Bumi. Dengan berbagai macam masalah dan pekerjaan yang menumpuk. Namun, di angkasa sana, hal-hal indah dapat dilihat dan ditemukan lagi pada 2018. Berikut tujuh fenomena angkasa yang akan terjadi di tahun depan:

Gerhana

Kita tidak akan melihat gerhana matahari total lagi di 2018. Meskipun begitu, ada tiga gerhana matahari sebagian dan dua gerhana bulan total yang bisa dilihat dari berbagai tempat di dunia.

31 Januari: Gerhana bulan total terlihat jelas dari Australia, Amerika Utara, timur Asia dan Samudra Pasifik.
15 Februari: Gerhana matahari sebagian bisa dilihat dari Antartika, Cile dan Argentina.
13 Juli: Gerhana matahari sebagian terlihat dari Antartika dan ujung selatan Australia.
27 Juli: Gerhana bulan total, sebagian besar terlihat dari negara-negara di Eropa, Afrika, Asia Tengah, dan Australia Barat.
11 Agustus: Gerhana matahari sebagian tampak di timur laut Kanada, Greenland, Eropa Utara, dan timur laut Asia.
Hujan Meteor

Setiap tahun, terjadi beberapa hujan meteor. Jika menangkap momen tersebut dengan kamera, Anda akan mendapatkan hasil foto yang spektakuler.

Baca: Hujan Meteor Geminid Akan Sapa Indonesia Besok, Ini Detil Jam dan Caranya

Dua hujan meteor terbaik yang wajib Anda lihat adalah Perseid dan Geminid. Perseid akan muncul di langit malam pada 12-13 Agustus dengan 60 meteor per jam. Sementara Geminid akan menyapa pada 13-14 Desember dengan 120 meteor per jam.

Jika Anda ingin menyaksikan hujan meteor sebanyak mungkin, lihat tanggal-tanggalnya di sini.

Lubang hitam

April tahun ini, proyek multi teleskop bernama Event Horizon Telescope berusaha untuk memotret cakrawala peristiwa lubang hitam. Pada pertengahan 2018, diperkirakan kita bisa melihat gambar pertama lubang hitam Sagitarius A tersebut.

Halaman
123
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help