Jenazah Dirut Bank Aceh Dimakamkan di Miruek Taman

Jenazah Busra Abdullah (55), Direktur Utama (Dirut) Bank Aceh yang meninggal dunia di RS Harapan Bunda

Jenazah Dirut Bank Aceh Dimakamkan di Miruek Taman
SERAMBINEWS.COM/MAWADDATUL HUSNA
Nabila Busra (istri Dirut Bank Aceh Busra Abdullah), memegang makam almarhum suaminya usai dikebumikan Sabtu (30/12/2017) pagi. 

BANDA ACEH - Jenazah Busra Abdullah (55), Direktur Utama (Dirut) Bank Aceh yang meninggal dunia di RS Harapan Bunda, Banda Aceh, Jumat (29/12) sekitar pukul 20.30 WIB dimakamkan di Desa Miruek Taman, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, sekitar pukul 11.20 WIB, Sabtu (30/12).

Almarhum meninggalkan seorang istri, dua putri dan seorang putra. Jenazahnya dimakamkan bersebelahan dengan makam ayahnya, Abdullah bin Yusuf. Informasi itu diperoleh Serambi dari warga setempat yang ikut mengantarkan jenazah almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Proses pemakaman berlangsung lancar, meskipun gerimis sejak pagi namun jumlah pelayat yang datang mencapai ratusan orang. Usai dimakamkan, istri almarhum, Nabila Busra yang masih mengenakan mukena putih tampak menahan tangis saat memegang makam suaminya. Beberapa anggota keluarga juga terlihat memeganginya dan menuntunnya untuk berjalan.

Amatan Serambi, sejumlah pejabat yang hadir di antaranya Sekda Aceh Darmawan, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh Ahmad Farid, direksi Bank Aceh Syariah serta sejumlah pejabat lainnya dari kabupaten/kota.

Busra Abdullah mulai bekerja di Bank Aceh sejak 1989 dan menjabat sebagai Dirut Bank Aceh mulai 2014 hingga meninggal dunia.

Corporate Secretary Bank Aceh Syariah, Amal Hasan kepada Serambi menyampaikan semasa kepemimpinannya sebagai Dirut Bank Aceh, almarhum sudah banyak memberikan kontribusi bagi Bank Aceh termasuk proses konversi Bank Aceh dari konvensional ke sistem syariah. Selain itu juga sudah banyak meraih penghargaan di tingkat nasional.

Ia menyebutkan pencapaian data keuangan semasa almarhum menjabat yaitu total aset pada 2013 Rp 15,2 triliun meningkat pada 2017 menjadi Rp 23,2 triliun. Lalu Dana Pihak Ketiga (DPK) 2013 Rp 11,7 triliun meningkat pada 2017 menjadi Rp 19,2 triliun.

Selanjutnya pembiayaan pada 2013 Rp 10,1 triliun meningkat sebesar Rp 12,8 triliun pada 2017. Laba pada 2013 Rp 370 miliar menjadi Rp 407 miliar pada 2017.

Sebelum menjabat sebagai Dirut Bank Aceh Syariah, almarhum mengawali karirnya di Bank Aceh sebagai pegawai administrasi kantor cabang Langsa, staf administrasi kantor pusat operasional (KPO) Banda Aceh, staf perencanaan kantor pusat, staf kredit KPO, kabid perencanaan kantor pusat, bidang pembukuan KPO, kabid kredir KPO.

Selanjutnya menjadi wakil pemimpin KPO, pimpinan cabang Sigli, pimpinan cabang KPO. Lalu kepala divisi kredit kantor pusat, direktur pemasaran, Plt Dirut, kemudian Dirut Bank Aceh Syariah hingga sekarang. (una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help