Heboh Pasang Air Laut Maksimum di Aceh, Kok Bisa ya Laut Meluap? Berikut Penjelasan Ilmiahnya!  

Bagaimana tidak, tanpa ada pemicu seperti gempa atau ledakan gunung berapi, laut bisa meninggi permukaannya bahkan meluap ke daratan.

Heboh Pasang Air Laut Maksimum di Aceh, Kok Bisa ya Laut Meluap? Berikut Penjelasan Ilmiahnya!   
Ilustrasi 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Kabar pasang air laut maksimum di Aceh yang beredar belakangan ini lewat media sosial dan pesan singkat, membuat masyarakat heboh.

Bagaimana tidak, tanpa ada pemicu seperti gempa atau ledakan gunung berapi, laut bisa meninggi permukaannya bahkan meluap ke daratan.

Kondisi ini terutama akan berpengaruh terhadap masyarakat yang tinggal di pesisir. Air laut bisa saja menggenangi rumah penduduk yang berdekatan dengan pantai hingga beberapa hari ke depan. Maka dari itu masyarakat perlu selalu waspada!

Bagi kamu yang masih penasaran, pasang air laut yang terjadi sekarang ini bisa dijelaskan secara ilmiah loh! Fenomena ini terjadi karena bulan dan bumi berada pada jarak terdekat, atau dikenal dengan istilah perigee, yang dalam bahasa Yunani berarti dekat dengan bumi.

Nah, perigee atau yang juga populer dengan istilah ‘supermoon’ ini menyebabkan gaya tarik bulan terhadap permukaan bumi menguat. Sehingga, laut yang sangat luas ini tertarik dan membuat permukaannya naik.  

Hal itu disampaikan Kasi Data dan Informasi BMKG Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Zakaria SE, saat dikonfirmasi Serambinews.com, Senin (1/1/2018).

(Baca: BMKG Imbau Warga Sepanjang Pantai Waspadai Pasang Air Laut, Prediksi Gelombang Sampai 1 Meter)

Zakaria mengatakan, gerak bulan mengelilingi bumi berbentuk elips, sehingga posisi bulan saat ini lebih dekat dengan bumi.

“Pada perigee kali ini, jarak bumi dengan bulan 356.565 km, yang membuat bulan tampak lebih besar 14 persen dan lebih terang 30 persen dari biasanya,” ujarnya.

Dia menyebutkan, fenomena pasang dan tinggi gelombang sekitar 1-2 meter perlu diwaspadai masyarakat pesisir Banda Aceh dan Sabang. Selain itu, pesisir Utara sampai Timur Aceh dan juga Barat-Selatan Aceh diprediksi 0.5 sampai 2 meter, dan Selat Malaka bagian utara 0.5 - 2.5 meter.

“Untuk wilayah Samudera Hindia bagian Barat Aceh tinggi gelombang bisa mencapai 2.5 meter,” jelasnya.

BMKG juga memprediksi akan terbentuk pusaran angin atau eddy di Samudera Hindia sebelah Selatan Aceh, sehingga terjadi belokan angin ke wilayah Aceh. (*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved