Jalan di Ie Suum Amblas, Bupati Aceh Besar Minta BPBD Tangani Secara Darurat

“Jalan tersebut harus segera ditangani agar bagian yang amblas tak terus meluas,”

Jalan di Ie Suum Amblas, Bupati Aceh Besar Minta BPBD Tangani Secara Darurat
ist
BUPATI Aceh Besar, Ir Mawardi Ali (kiri) dan Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil SSos, Senin (1/1/2018) pagi, meninjau jalan di Gampong Ie Suuem, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, yang amblas akibat diterjang banjir beberapa waktu lalu. 

Laporan Jamaluddin I Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Jalan di Gampong Ie Suum, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, yang amblas akibat erosi dan banjir pada awal Desember 2017 akan ditangani secara darurat.

Hal itu sesuai dengan permitaan Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali, kepada Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar, Ridwan Jamil Ssos MSi, saat meninjau jalan yang amblas tersebut, Senin (1/1/20!8) pagi.

Ridwan Jamil kepada Serambinews.com, di Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, sore seminar pukul 18.00 WIB, mengatakan, Bupati meminta pihaknya segera memperbaiki jalan itu secara darurat karena merupakan jalur akses menuju kawasan wisata Ie Suum dan beberapa desa lain seperti Lamteuba dan Lampanah.

“Jalan tersebut harus segera ditangani agar bagian yang amblas tak terus meluas,” ujar Ridwan.
Apalagi, menurutnya, Aceh Besar sampai saat ini masih dalam kondisi siaga darurat banjir.

Hal itu, lanjut Ridwan, mengacu pada rilis BMKG beberapa waktu lalu yang memperkirakan wilayah Aceh termasuk Aceh Besar akan terus diguyur hujan dengan intensitas sedang dan lebat sampai Januari 2018.

“Jalan yang amblas itu panjangnya 60 sampai 70 meter dengan lebar sekitar tiga meter,” sebut Ridwan yang akrab disapa RJ ini.

Di samping itu, kata RJ, penanganan jalan itu harus disegerakan mengingat hujan sampai sekarang masih terus mengguyur wilayah Aceh Besar.

“Jika jalan yang amblas terus meluas, kita khawatirkan akses jalan ke kawasan itu bisa putus total. Kita perlu segera memperbaiki jalan yang amblas tersebut juga untuk menghindari dampak negatif bagi psikologis warga yang menggunakan jalan tersebut sebagai sarana transportasi utama,” timpalnya.

Dijelaskan, penanganan darurat yang akan dilakukan adalah memasang tiang pancang dari pohon kelapa dan kemudian ditimbun menggunakan tanah uruk, batu, dan kerikil.

Halaman
12
Penulis: Jamaluddin
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help