Malam Tahun Baru 2018, Tim Gabungan Jaga Ketat 10 Lokasi di Banda Aceh

Pemerintah Kota Banda Aceh telah mengeluarkan larangan bersama untuk tidak merayakan malam pergantian tahun di Banda Aceh.

Malam Tahun Baru 2018, Tim Gabungan Jaga Ketat 10 Lokasi di Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM/ BUDI FATRIA
Suasana di Kota Banda Aceh pada malam pergantian tahun 2018 yang terlihat ramai seperti hari-hari biasanya. 

Laporan Budi Fatria | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA Aceh - Tim gabungan dari personel Satpol PP dan WH Banda Aceh dan Provinsi dibantu personel TNI/Polri mengamankan sepuluh titik lokasi pengamanan tahun baru di Banda Aceh.

Pantauan Serambinews.com, kendaraan roda dua dan empat terlihat ramai lancar di jalan seputaran Simpang Lima, Taman Sari hingga jalan menuju Ulee Lheue, Banda Aceh.

Pemerintah Kota Banda Aceh telah mengeluarkan larangan bersama untuk tidak merayakan malam pergantian tahun di Banda Aceh. Meskipun begitu, suasana di jalan terlihat ramai dimana berbeda dengan tahun sebelumnya.

Baca: Jangan Lewatkan, Ini 7 Fenomena Langit yang Diprediksi Terjadi Pada 2018

Bahkan sejumlah warung kopi dan cafe ramai dikunjungi oleh masyarakat. Hal ini seperti terlihat di sepanjang jalan menuju Ulee Lheue.

MalamTahun Baru 2018
MalamTahun Baru 2018 (SERAMBINEWS.COM/ BUDI FATRIA)

Sementara itu Kasi Penegakan Syariat Islam Satpol PP-WH Kota Banda Aceh, Effendi A Latief juga memberi imbauan kepada masyarakat.

"Diimbau kepada masyarakat untuk tidak meramaikan dan tidak merayakan pergantian tahun baru di tempat yang sudah kita larang di seputaran Kota Banda Aceh", jelasnya kepada serambinews.com saat memantau pengamanan tahun baru di kawasan Ulee Lheue, Banda Aceh, Minggu (31/12/2017) malam.

Baca: Selain Aceh, Ini Empat Negara yang Melarang Perayaan Tahun Baru

Dia menambahkan, ada sepuluh lokasi yang sudah dijaga ketat oleh tim gabungan sebanyak 300 personel di antaranya Simpang Lima, Taman Sari, Blangpadang, Lampulo, Ulee Lheue, Jembatan Krueng Cut dan Lamnyong, Taman Ratu Safiatuddin, Simpang Mesra serta Jembatan Pango.

Penulis: Budi Fatria
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help