Pascaaksi Unjuk Rasa, Iran Batasi Akses Media Sosial Instagram dan Telegram

Pembatasan atas aplikasi komunikasi Telegram dan situs berbagi foto Instagram bersifat 'sementara', menurut kantor berita pemerintah Irib.

Pascaaksi Unjuk Rasa, Iran Batasi Akses Media Sosial Instagram dan Telegram
AFP
Pengunjuk rasa menggunakan media sosial untuk berbagi informasi karena media yang dikekang pemerintah. 

SERAMBINEWS.COM- Pihak berwenang Iran menempuh pembatasan jaringan media sosial yang digunakan untuk mengelola aksi unjuk rasa antipemerintah selama tiga hari.

Pembatasan atas aplikasi komunikasi Telegram dan situs berbagi foto Instagram bersifat 'sementara', menurut kantor berita pemerintah Irib.

Sumber yang dikutip Irib mengatakan bahwa langkah itu ditempuh untuk 'memelihara ketenangan dan keamanan masyarakat'.

Unjuk rasa ini merupakan yang ungkapan penentangan terhadap pemerintah yang terbesar sejak tahun 2009 lalu untuk menentang hasil pemilihan presiden.

Berawal dari kawasan timur laut Iran untuk memprotes meningkatkan harga-harga dan kesulitan ekonomi, aksi kemudian berkembang menjadi ungkapan politik di beberapa negara dengan seruan menentang Pemimpin Agung Ayatullah Ali Khamenei, Presiden Hassan Rouhani, dan campur tangan Iran dalam politik kawasan.

Setelah kekerasan marak di beberapa tempat pada hari Sabtu, unjuk rasa Minggu (31/12) dilaporkan tidak seramai sebelumnya.

Di ibu kota Teheran -seperti terlihat dalam video yang diterbitkan di media sosial- polisi menggunakan meriam air untuk membubarkan pengunjuk rasa yang berkumpul di Lapangan Ferdowsi di pusat kota,

Ke mana arah dari unjuk rasa?

oleh Kasra Naji, BBC Persia

Ada kemarahan yang meluas dan bergelora di Iran, di bawah penindasan dan memburuknya perekonomian. Sebuah kajian oleh BBC Persia menemukan secara rata-rata orang Iran lebih miskin 15% selama 10 tahun belakangan.

Halaman
123
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help