Tragis! Penebang Kayu dari Aceh Utara Meninggal Tertimpa Pohon yang Ditebangnya di Pidie Jaya

"Saat pohon yang dipotong tumbang, ada lilitan benalu yang tersangkut dan menarik pohon itu ke arah korban hingga menimpanya."

Tragis! Penebang Kayu dari Aceh Utara Meninggal Tertimpa Pohon yang Ditebangnya di Pidie Jaya
FOTO/NET
Ilustrasi mayat 

Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM,MEUREUDU - Seorang penebang kayu dari Aceh Utara meninggal dunia akibat tertimpa pohon yang ditebangnya di kawasan Pidie Jaya (Pijay).

Peristiwa itu terjadi Sabtu (30/12/2017) sekitar pukul 20.00 WIB. Korban bernama Ismail bin Badai (57), warga Gampong Blang Paku, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara.

Ia menghembuskan napas terakhir setelah tertimpa pohon yang ditebangnya di perbukitan gunung Cot Bintang Hue Gampong Deah Ujong Baroh, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya.

Informasi ini diperoleh Serambinews.com dari Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setaiawan SIK melalui Kapolsek Trienggadeng, Ipda Iskandar Selian SH, Senin (1/1/2018).

Kapolsek menjelaskan, korban bersama dua temannya Selamat M Saleh (57) warga Gampong Tuha, Trienggadeng dan Muyiddib Yacob (50) warga Ceumpeudak, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara menebang pohon di Perbukitan Cot Bintang Hue Deah Ujong Baroh.

"Saat pohon yang dipotong tumbang, ada lilitan benalu yang tersangkut sehingga menarik pohon itu ke arah Ismail bin Badai, sehingga korban tertimpa pohon itu," kata Iskandar.

(Baca: Saat Potong Pohon Rambutan, Tubuh Abdurrahman Tertimpa Batangnya, Akhirnya Meninggal di Puskesmas)

(Baca: Tragis! Polisi Ini Meninggal Tertimpa Gawang Saat Olahraga di Lapangan Sepakbola)

(Baca: Bom Bunuh Diri Guncang Pemakaman Mantan Gubernur di Afghanistan, 12 Orang Tewas, 14 Luka-luka)

Kedua rekannya tak dapat memberi pertolongan karena pohon tersebut terlalu berat. Karena tak sanggup memindahkan pohon yang menimpa Ismail, kedua temannya itu melaporkan kejadian tersebut pada masyarakat.

Sayangnya, pertolongan datang terlambat. Saat dievakuasi ke Puskesmas Trienggadeng sekitar pukul 20.30 WIB, Ismail sudah tak bernyawa.

Beberapa menit kemudian oleh para relawan Palang Merah Indonesia (PMI) dan petugas Puskesmas Trienggadeng langsung membawa korban ke RSU Meureudu untuk divisum.

Sekitar pukul 01.00 WIB, Minggu (31/12/2017), pihak keluarga menjemput jenazah dan dibawa pulang ke kampung untuk dikebumikan. Keluarga juga menandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut siapapun atas insiden itu.

"Kami meminta agar masyarakat tidak melakukan penebangan kayu secara ilegal," kata Kapolsek Trienggadeng, Ipda Iskandar Selian.(*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved